Marrin News

Jubir Gustu Malra Minta Warga Tidak Panik Atas Hasil RDT EM


Juru bicara Pemda Malra untuk Penangan Covid-19, dr. Katrinje Notanubun. Foto (GG)
Juru bicara Pemda Malra untuk Penanganan Covid-19, dr. Katrinje Notanubun. Foto (GG)

Malra, Marrinnews.com – Isu adanya salah warga Kota Tual terindikasi positif virus Corona melalui hasil rapid diagnotis test (RDT) menyebar cepat. Dalam sekecap, isu itu membuat panik seantero warga di wilayah Kepulauan Kei.

Bahkan ada dari sebagian warga mengaku sudah takut untuk keluar rumah. Mereka menginginkan kebenaran dibalik isu yang beredar tersebut.

“Ado, katong su takut keluar rumah lai. Info itu betul ka seng (benar atau tidak, red) la,” tulis beberapa warga dalam pesan WhatsApp yang diterima Marrinnews.com hingga Jumat (19/6/2020) malam.

Menjawab informasi tersebut, Juru bicara Pemerintah daerah Maluku Tenggara untuk penanganan Covid-19, dr. Katrinje Notanubun menjelaskan, sekalipun hasil pemeriksaan RDT atas warga EM menunjukan reaktif, namun tidak serta merta terhadap si pasien langsung diklaim mengidap virus corona.

Menurutnya, bisa saja rapid rest mendeteksi bakteri atau penyakit bawaan yang diderita pasien, bukan Corona.

“Warga jangan panik, karena meski hasil RDT reaktif tapi belum tentu EM positif Covid-19. EM saat ini dalam kondisi memiliki penyakit penyerta,” ungkap Jubir Gustu Malra dalam rilis pers yang diterima media ini, Jumat (19/6/2020)

Notanubun menegaskan, untuk memastikan hasil RDT EM, maka harus melalui pemeriksaan Swab atau PCR.

dokter Ketty (sapaan akrab) mengungkapkan, pada Kamis (18/6/2020) EM diketahui hendak bepergian ke luar daerah dengan menumpangi pesawat Boeing milik AURI yang saat itu berada di bandara Karel Saidsitubun Langgur.

Niat perjalanan EM kemudian terhenti, karena tidak memiliki surat keterangan hasil medis rapid test.

“Ketika diminta surat keterangan hasil pemeriksaan RDT, EM tidak memilikinya. Sehingga terhadap EM dilakukan pemeriksaan RDT oleh dokter AURI, hasilnya reaktif. Proses itu turut disaksikan oleh Kepala Puskesmas Ibra yang sementara bertugas di Bandara,” katanya.

Kepala dinas kesehatan Malra ini mengatakan, usai diketahui hasil RDT itu, dokter pemeriksa EM berkoordinasi dengan dirinya selaku Juru bicara Gustu Malra.

Menurut Notanubun, sesuai surat tugas dari Tim Gugus Covid-19 Nasional, yang bersangkutan harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Maren Kota Tual.

“EM kemudian dibawa ke RSU Maren Tual untuk mendapat perawatan lebih lanjut,” ujar dia.

Tim Gustu Malra Temui Keluarga EM

Terkait desas desus kondisi EM itu, sesuai rilis pers yang diterima media ini menyebutkan, Gustu Covid-19 telah melakukan pertemuan dengan Bupati M. Thaher Hanubun selaku Ketua Gustu Kabupaten Maluku Tenggara.

Dari hasil pertemuan itu, dokter Ketty Notanubun diutus langsung bertemu pihak keluarga EM.

Melalui pertemuan itu, dokter Ketty Notanubun telah memberikan edukasi kepada pihak keluarga tentang pemeriksaan RDT dan kondisi penyakit yang diderita EM.

Edukasi itu diberikan guna menampik isu yang sudah beredar luas ditengah masyarakat.

Notanubun juga melakukan edukasi kepada warga sekitar. Ia meminta agar tetap taat dan patuh terhadap protokol kesehatan.

“Ingat pakai masker ketika berada diluar rumah, rajin cuci tangan pakai sabun dan jaga kebersihan diri, keluarga, rumah dan lingkungan,” pintanya.

Pemeriksaan RDT bagi Keluarga EM

Notanubun mengaku, terhadap kakak kandung EM telah dilakukan pemeriksaan RDT pada Kamis (18/6/2020). Hasilnya negatif. Sementara untuk isteri dari kakak kandung EM, belum dilakukan.

“Segara kami akan melakukan uji RDT terhadap isteri dari kakak kandung EM,” katanya.

Menurut dr. Ketty,  kakak kandung EM akan menjalani isolasi mandiri di rumah, dibawa pengawasan tim medis Gustu Covid-19 Malra.

Terpisah, Kakak kandung EM mengaku, adiknya EM adalah seorang tenaga kesehatan yang berdomisili di Kota Tual.

“Adik saya EM saat ini tinggal di Kota Tual dan membuka kliniknya sendiri disana. Selama ini juga ia tidak kemana-mana, hanya di Kota Tual saja,” bebernya. (Gerry Ngamel)

Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar