Marrin News

Tol Laut Masuk Perdana, Bupati Malra Ingin Kejayaan Elat Terulang Kembali

Bupati Malra M. Thaher Hanubun bersama Forkopimda dan Kru Kapal
Bupati Malra M. Thaher Hanubun bersama Forkopimda dan Kru Kapal


Elat, Marrinnews.com - Harapan masyarakat dan Pemerintah daerah (Pemda) Maluku Tenggara untuk segera memiliki akses Tol laut akhirnya terwujud.

Armada Tol laut  yang merupakan program Presiden Jokowi itu resmi tambat perdana di pelabuhan Elat Kecamatan Kei Besar pada Selasa (5/5/2020) pagi.

Kehadiran tol laut dengan nama KM. Kendhaga Nusantara 08 itu disambut langsung oleh Bupati Maluku Tenggara bersama jajaran pimpinan OPD terkait serta unsur Forkopimda. Suguhan ritual adat Kei oleh petuah adat turut mewarnai prosesi penerimaan kapten kapal dan awaknya saat itu.

Untuk diketahui bahwa sebelum prosesi penyambutan bagi sang kapten bersama awak kapal di atas dermaga, tim kesehatan melakukan pemeriksaan medis sesuai protokol penanganan Covid-19. Hasilnya, tidak diketemukan gejala wabah tersebut.

Sementara itu, Bupati Malra M. Thaher mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberi dampak yang sangat luas. Tidak hanya dalam hal kesehatan masyarakat, tetapi juga mencakup ekonomi, sosial, dan budaya.

Dalam lingkup Pemerintah Daerah, Bupati mengaku, kondisi tersebut menyebabkan makin tingginya risiko yang mana dapat munculnya masalah kemiskinan, pengangguran, inflasi serta lainnya yang semakin rentan dan terus meningkat.

Dibalik itu,  katanya, sistem perputaran roda ekonomi pun jadi imbasnya. Daya beli masyarakat semakin lemah, akibatnya ekonomi di daerah jadi lesuh. Dengan begitu, kapasitas keuangan daerah akan semakin kecil, karena rendahnya pendapatan.

Orang nomor satu Malra itu menyatakan, kekhawatiran lain yang muncul dibalik fenomena bencana non alam ini adalah, masalah rantai pasokan pangan dan atau sembako. Mengingat, sebagian besar bahan pangan/sembako yang beredar di daerah ini berasal dari luar daerah.

“Dampak yang dirasakan bukan hanya pada aspek ketersediaan, tapi juga pada aspek harga barang-barang tersebut, baik di Pulau Kei Kecil maupun Pulau Kei Besar. Harga bahan pangan di kedua wilayah ini pada kondisi tertentu juga berbeda. Mungkin tidak terlalu terasa di seputaran Elat, namun ketika kita berbicara tentang Kei Besar Utara Timur dan Kei Besar Utara Barat, maka perbedaan itu sangat terasa,” ungkap Hanubun.

Meski begitu, mantan anggota DPRD Provinsi Maluku itu menyatakan, ditengah segudang permasalahan tersebut nampaknya akan dapat teratasi seiring telah beroperasinya kapal tol laut di wilayah pulau Kei Besar.

“Saat ini kita boleh bersukacita. Karena kebutuhan, harapan dan kerinduan kita untuk penyediaan sistem transportasi yang lancar, mudah, dan terjangkau kini telah tersedia,” ujarnya.

“Kebijakan Tol Laut, hadir membawa harapan dan peluang. Harapan itu tentang masa depan yang lebih baik dan peluang untuk mewujudkan kesejahteraan,” Tambahnya.
KM. Kendhaga Nusantara 08 saat tambat perdana di Pelabuhan Elat Kabupaten Maluku Tenggara
KM. Kendhaga Nusantara 08 saat tambat perdana di Pelabuhan Elat Kabupaten Maluku Tenggara

Hanubun mengungkapkan, dalam pelaksanaan kebijakan tol laut telah cukup membantu daerah-daerah, dalam hal peningkatan ekonomi melalui pasokan logistik.

Senada hal itu, menurut dia, dalam masa kerentanan seperti saat ini maka ketersediaan logistik secara memadai diperlukan untuk menjaga kestabilan harga, memenuhi kebutuhan dan membuka peluang ekonomi baru.

“Dengan mulai beroperasinya Tol Laut di Elat, maka sektor ekonomi harus didorong lebih giat lagi. Kesenjangan antara Pulau Kei Kecil dan Pulau Kei Besar harus dihilangkan. Perbedaan ‘harga barang’ harus diminimalisir dan peluang berusaha diperluas, baik melalui pemberdayaan masyarakat, maupun melalui kebijakan ekspansif,” tegasnya.

Bupati Malra menginginkan agar kehadiran Tol Laut harus dapat benar-benar dioptimalkan. Dengan begitu peluang ekonomi akan semakin terbuka, terutama dalam hal pemasaran produk-produk lokal masyarakat di bumi Larvul Ngabal.

“Sudah saatnya, potensi perikanan, pertanian, perkebunan dan industry dikelola secara lebih baik, professional dan berorientasi bisnis,” pintanya.

Thaher mengingatkan bahwa Elat pernah menjadi episentrum ekonomi Maluku Tenggara. Dimana pada dekade 1970-an, hasil bumi dari pulau Kei Besar dipasarkan ke Ambon dan Papua melalui Pelabuhan Elat.

“Kejayaan Elat seperti pada masa-masa itu, harus kita kembalikan. Grand Desain Elat menjadi Pusat Pertumbuhan Baru di Kabupaten Maluku Tenggara harus dimulai sejak saat ini,” ujarnya penuh optimis

Meski demikian, Bupati meminta agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan keuntungan secara sepihak seiring keberadaan kapal tol laut tersebut. Disisi lain, lingkungan laut harus dijaga dan project pembangunan/pembaharuan harus siap diterima masyarakat setempat.

“Bagi pengusaha, Buruh pelabuhan atau pihak manapun, saya minta agar tidak mencari keuntungan lebih dengan memainkan harga jasa muat barang ataupun jual beli,” tegasnya.

Atas kehadiran tol laut itu pula, Bupati atas nama masyarakat Maluku Tenggara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Jokowi, Kementerian Perhubungan, crew KM. Kendhaga Nusantara 08 dan semua pihak, baik yang terlibat langsung maupun tak langsung. (Gery)



Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar