Marrin News

Progres Listrik 24 Jam, Bupati Ajak Warga Kei Besar Dukung Pembangunan

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun
Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun


Langgur, Marrinnews.com – Progres pembangunan infrastruktur listrik di wilayah Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara terus menunjukan titik terang.  Hal itu nampak dari adanya sinergitas pihak PLN dan Pemda Malra dalam mengupayakan hadirnya aliran listrik 24 jam di daratan pulau Kei Besar.

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun mengungakapkan, berbagai upaya telah dilakukan Pemda  untuk mengoptimalkan pelayanan listrik di Kei Besar. Bahkan sebagai pimpinan daerah, dirinya lantas sampai membentak Direktur PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara serta Manajer Unit Pelayanan wilayah Maluku Tenggara untuk sesegara mungkin mengoptimalkan pelayanan listrik di wilayah Kei Besar.

“Atas tindakan itu, saat ini Manajer Unit Pelayanan Malra senantiasa bersama saya dalam melakukan koordinasi untuk penyalaan listrik 24 jam di pulau Kei Besar,” ujar Bupati MTH kepada awak media di Elat, Selasa (5/5/2020).

Orang nomor satu Malra itu menegaskan, saat ini tidak ada lagi kendala yang datang dari pihak PLN untuk tidak merealisasikan program penyalaan listrik 24 jam di wilayah ini.

Apabila kendala itu ada, katanya, bukan lagi dari pihak PLN, melainkan dari masyarakat itu sendiri, yang mana belum bisa menerima adanya pembangunan.

Untuk itu, Bupati Hanubun berharap, masyarakat Kei Besar sudah saatnya harus dapat menerima pembangunan yang saat ini sedang dilakukan.

“ Bagi masyarakat Kei Besar yang tinggal di wilayah Langgur dan kota Tual, jangan tinggal berdiam diri saja,  tetapi datang dan lihatlah kesulitan masyarakat yang ada di sini,” imbaunya.
Doa bersama Bupati Malra M. Thaher Hanubun, tokoh agama, pimpinan OPD, pimpinan Forkompinda serta masyarakat di lokasi PLN Elat.
Doa bersama Bupati Malra M. Thaher Hanubun, tokoh agama, pimpinan OPD, pimpinan Forkompinda serta masyarakat di lokasi PLN Elat.

Bupati Thaher meminta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program PLN. Salah satunya dengan merelakan tanaman pohon yang berada disekitar lintasan jaringan listrik PLN untuk dipangkas dan atau ditebang. Hal itu dimaksudkan agar tidak mengancam atau berpotensi mengganggu jaringan listrik.

“Jadi mungkin untuk satu dua pohon, bisa untuk kita korbankan. Tentu semua itu pasti ada maharnya, tetapi yang terpenting saat ini adalah masyarakat bisa bekerjasama dan membantu PLN dan Pemda Malra guna menggenjot pelistrikan di wilayah Kei Besar,” pintanya.

Pensiunan Guru itu mengaku optimis dan berkeinginan besar agar masyarakat Kei Besar dapat menikmati layanan listrik secara optimal sebagaimana masyarakat di wilayah Langgur dan sekitarnya.

Bupati Thaher menyatakan, Pemda Malra akan membantu membayarkan mahar sebagai ganti rugi atas penebangan tanaman pohon milik warga. Pembayaran dilakukan sesuai aturan dan perundang-undangan sebagaimana berlaku.

"Biaya tunggakan rekening listrik PLN oleh masyarakat sudah dibayarkan pihak Pemda yang ditetapkan dalam anggaran APBD tahun 2019 dan itu sudah terlaksana,” katanya.

Lanjutnya menyebut, awalnya pihak PLN menetapkan rekening yang tertunda-belum terbayar kurang lebih sebesar Rp. 300 juta. Tetapi atas inisiatif bersama antara Pemda dan DPRD saat itu, maka telah disetujui untuk membayar tunggakan tersebut sebesar Rp. 200 juta.

“Tentunya itu masih kurang. Jadi kedepannya, saya minta agar ketika lampu sudah nyala 24 jam di wilayah Kei Besar maka masyarakat harus disiplin dalam membayar tagihan listrik. Dengan begitu, opersional dapat tetap berjalan baik,” tandasnya. (Gerry)


Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar