Marrin News

Muatan Perdana Tol Laut Dari Pelabuhan Elat Terganjal Covid-19

Kapal Motor (KM) Kendhaga Nusantara 08 saat tambat perdana di Elat Kabupaten Maluku Tenggara
Kapal Motor (KM) Kendhaga Nusantara 08 saat tambat perdana di Elat Kabupaten Maluku Tenggara


Langgur, Marrinnews.com –  Kapal Motor (KM) Kendhaga Nusantara 08 sebagai salah satu transportasi tol laut yang dialokasikan Pemerintah Pusat untuk beroperasi dari wilayah barat ke 5 wilayah timur Indonesia, telah resmi menyinggahi pelabuhan Elat-Kecamatan Kei Besar-Kabupaten Maluku Tenggara pada Selasa (5/5/2020).

"Rute pelayaran pulang pergi kapal tol laut tersebut, yakni Surabaya-Fak-Fak, Kaimana, Timika, Agats, Elat dan kembali lagi ke Surabaya" Ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Maluku Tenggara,  M.A. Jabkenjanan di Elat, Selasa (5/5/2020).

Lebih lanjut kata dia realiasasi program kapal tol laut yang masuk pelabuhan Elat seharusnya berdaya ukuran 107 meter dengan nomor trayek T.17. Namun, karena luas dermaga Elat hanya berukuran 70 meter saja, sehingga terjadi perubahan kapal ke trayek T.11 dengan ukuran kapal 74 meter, yakni KM. Kendhaga Nusantara 08 (operator PT. Temas, TBK).

Jabkenjanan menjelaskan,  proses pentahapan Tol Laut hingga dapat masuk Elat dilakukan melalui sosialisasi Kementerian Perdagangan RI di Elat, Kecamatan Kei Besar tentang rencana pelaksanaan subsidi Tol Laut masuk Elat.

Rapat kerja Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perhubungan di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan Februari 2020.

Ia menambahkan, telah dilakukan juga survei oleh Kementerian Perhubungan RI yang melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tenggara, Kantor UPP Kelas II Tual dan Disperindagnaker, pada tanggal 9 Maret 2020 terkait kelayakan dermaga Elat pada Program Tol Laut. Dari hasil survey itulah, maka Tol laut diizinkan masuk Elat.

“Aspek lainnya juga dengan dilakukannya sosialisasi dan pendataan terhadap para calon pelaku Gerai Maritim. Dari aspek ini,  lahirlah kesepakatan bersama dan penandatangan Pakta Integritas disertai dengan registrasi online melalui aplikasi digital Logistic Communication System (LCS) yang melibatkan 6 pelaku Gerai Maritim di Elat,” Ungkapnya

Menurut Jabkenjanan, enam pelaku itu, diantaranya toko Elim, Siloam, Prima, Fajar, Fajar Baru, dan Komura. Meski begitu dari 6 pelaku dimaksud, hanya 2 pelaku  yang barang dagangannya dimuat pada KM. Kendhaga Nusantara 08, yakni toko Elim dan Siloam.

“Toko Elim dengan Jenis barang muatan campuran sebanyak 1 kontener 20 FG S.T.C. Sedangkan untuk toko Siloam dengan jenis barang muatan Furniture dan Keramik sebanyak 1 kontener 20 GP S.T.C,” sebutnya.

Jabkenjanan mengaku, sebagai muatan balik tol laut, telah tersedia 140 ton Kopra, masing-masing oleh toko Siloam sebanyak 80 Ton dan toko Elim sebanyak 60 Ton. Namun belum dapat dimuat saat ini.

“Barang tersebut belum dapat dimuat balik dalam kontener karena petugas yang ditunjuk oleh Penjual Gerai Maritim di Surabaya belum bersedia untuk melakukan pembongkaran saat barang tiba disana. Mengingat adanya pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Surabaya,” katanya.

“Atas kondisi tersebut, maka kami telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Ekspedisi pengelola Tol Laut,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Malra M. Thaher Hanubun menyatakan optimis dengan keberadaan hasil alam yang dimiliki masyarakat di wilayah Kei Besar yang tentunya dapat dijadikan muatan balik tol laut.

“Insya Allah, setelah wabah Corona ini berlalu, pelabuhan Elat akan jadi ramai dan mendapat perhatian lebih. Kami juga akan berjuang terus melalui Kementerian Perhubungan supaya dermaga Elat diperpanjang, dengan begitu akses pertumbuhan pembangunan di daerah ini, khususnya di wilayah Kei Besar ke depannya dapat berjalan optimal,” katanya.

Bupati mengingatkan, untuk TKBM pelabuhan Elat agar dapat mengoptimalkan keberadaan tol laut tanpa menyalahgunakan aturan dan ketentuan. Begitu juga sebaliknya terhadap pihak pengusaha agar dapat bekerjasama secara baik dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

“Saat ini tol laut sudah masuk Elat. Tetapi saya minta agar tetap menjaga aturan yang ada, tidak boleh memutuskan sesuatu secara sepihak. Harga barang,  dan biaya bongkar muat harus disesuaikan,” pintah Hanubun. (Gerry)




Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar