Marrin News

Ini Penjelasan Wali Kota Terkait Tudingan, Pemkot Diskriminatif terhadap warga KKTT

salah satu postingan warga

Tual, Marinnews.com.- Wali Kota Tual Adam Rahayaan S.Ag.,M.Si  mengatakan terkait tudingan warga di Media Sosial (Medsos) bahwa Pemerintah Kota Tual (Pemkot) diskriminatif  terhadap bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Kur, Tam dan Tayando (KKTT) dengan sengaja mengganti uang tunai dengan paket barang,adalah sebuah kekeliruan..

"Sepintas saja, apa yang saya liat baik itu melalui medsos juga chat yang dikirim melalui Whatsapp seolah olah ada anggapan bahwa Bantuan Langsung Tunai atau BLT kami alihkan ke Bansos, itu sangat keliru," Ujar Rahayaan di ruang kejanya, Senin (11/05/2020).

Dijelaskannya ada 3 sumber bantuan yang masyarakat harus pahami, yakni dari Kementrian Sosial, Dana Desa (DD) dan Pemerintah Kota Tual.

"Untuk BLT yang bersumber dari Kementrian Sosial dan Dana Desa itu berikan ke masyarakat dalam bentuk uang tunai, melalui sejumlah kantor diantaranya kantor pos, Bank BRI dan BNI," Jelasnya

"untuk yang bersumber dari Pemerintah Kota Tual itu namanya Bantuan Sosial atau Bansos yang penyalurannya disesuaikan dengan kondisi daerah," Tambahnya.

Lebih lanjut, Dia mengatakan Bansos dari Pemerintah Kota Tual merupakan  hasil refocusing pergerseran anggaran di semua SKPD sebesar 35% yang dialokasikan untuk penanganan tiga sektor, yaitu kesehatan, dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial dalam pandemi COVID-19, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) Mentri Keuangan dan Mentri Dalam Negri.

"Jadi sekali lagi ini bukan bantuan dari BLT yang kami alihkan ke Bansos," Tegasnya.

Untuk penyaluran Bansos di Pulau - pulau sambungnya, berdasarkan hasil diskusi tidak diberikan uang melainkan paket barang.

"Karena kalo kita kasih uang dia harus datang ke tual untuk membeli barang setelah itu kembali tentunya akan ada tambahan biaya transportasi, kalaupun belanja disana tentu harganya sudah beda dengan disini"Rincinya.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan S.Ag., M.Si
"Sekarang masyarakat mau pilih mana, apalagi mereka yang berada di Desa Kaimer, Mangur dan Fadol,  saat ini kondisi laut tidak bersahabat karena ada pada musim timur, pemerintah ingin yang terbaik, ingin meringankan beban masyarakat,"Ungkapnya.

Sementara bagi warga didaratan pulau Dullah diberikan uang tunai dengan pertimbangan, masyarakat bisa langsung berbelanja dipasar tradisional sehingga dapat kembali menggairahkan sektor ekonomi yang sepi akibat terdampak Covif-19.

"Jadi untuk daratan, kita memang sepakat agar tidak ada kesan hanya mengutungkan satu pengusaha saja, maka ada usulan simpatik. Bagaimana kalo kita kasih uang saja yang tujuannya agar masyarakat dengan sendirinya belanja dipasar," Paparnya.

Diakhir wawancara, Wali Kota meminta masyarakat agar tidak cepat mengambil kesimpulan atas sebuah informasi, sebelum dicek kebenarannya.

"Kami butuh dukungan dan partisipasi semua elemen masyarakat,  kami juga terbuka dan tidak alergi terhadap kritik, saran dan masukan, tentunya yang konstruktif guna memajukan Kota Tual yang sama sama kita cintai ini," Pintanya. (MN_86)


Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Berita Populer

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar