Marrin News

Dilarang Pulang Kampung, 10 Mahasiswa Asal Somlain Dibantu BLT Dana Desa

Sekertaris Ohoi Somlain, Adrianus H. Ngamel
Sekertaris Ohoi Somlain, Adrianus H. Ngamel


Langgur, Marrinnews.com - Sebanyak 10 Mahasiswa asal Ohoi (desa) Somlain Kecamatan Kei Kecil Barat-Kabupaten Maluku Tenggara yang kini tengah menjalani studi di pulau Jawa dan Papua, mendapat bantuan dari Pemerintah Ohoi melalui realokasi bantuan sosial tunai (BLT) dana desa tahap I sebesar Rp. 600.000.

“Dari kesepuluh mahasiswa, 8 diantaranya masih tertahan diluar daerah. Diantaranya, 3 orang berada di Kota Malang, 4 orang di Jayapura dan 1 orang di Kota Merauke. Sedangkan dua orang lainnya juga kuliah diluar daerah, tapi sekarang mereka sudah berada di ohoi Somlain,” ungkap Sekertaris desa ohoi Somlain Adrianus Hengky Ngamel kepada awak Marrinnews.com di Langgur, Senin (18/5/2020).

Ngamel menjelaskan, BLT yang bersumber dari dana desa kepada mahasiswa merupakan bagian dari upaya dan perhatian Pemerintah Ohoi Somlain terhadap dampak langsung pandemi virus corona.

“Saat ini 10 orang mahasiswa dimaksud sangat kesulitan sekali akibat larangan pulang kampung, baik dari sistem perkuliahan daring yang dijalani mereka maupun kebutuhan makan-minum sehari-hari di kos-kosan. Apalagi 8 orang saat ini masih tertahan diluar daerah. Untuk itu, kiranya dengan bantuan tunai ini bisa sedikit membantu meringankan beban orang tua dan mahasiswa itu sendiri,” ujarnya.
Bukti transfer

Hengky mengaku, dua orang mahasiswa penerima BLT dana desa, kini sudah berada di kampung halaman. Meski begitu, menurutnya, mereka berdua juga berhak mendapat perhatian yang sama.

“Mereka juga punya hak yang sama atas bantuan tunai dana desa itu. Hal ini agar bisa memperlancar proses kuliah online mereka,” katanya.

Ngamel menegaskan, kesepuluh mahasiswa tersebut sesuai data kependudukan merupakan warga desa Somlain. Penetapan mereka sebagai penerima berdasarkan hasil keputusan musyawarah Pemerintah ohoi, Kecamatan bersama warga.

“Memang ada 1 lagi mahasiswa asal ohoi ini yang kuliah diluar daerah, tapi identitas KTP yang bersangkutan berdomisili Langgur. Sehingga kami tak bisa memasukannya dalam daftar penerima BLT dana desa. Mungkin, kami akan menyertakannya dalam bantuan covid jenis lainnya,” bebernya.

Ngamel mengungkapkan, proses penyaluran BLT DD bagi ke-8 mahasiswa yang berada diluar daerah, dilakukan dengan menggunakan sistem pengiriman bank. Sementara untuk 2 orang mahasiswa lainnya telah diserahkan bersamaan dengan 93 PKM lainnya di ohoi Somlain pada Jumat (15/5/2020) kemarin.

“Bantuannya sudah dikirim langsung oleh saya dan bendahara ohoi ke nomor rekening bank mereka (8 mahasiswa), Senin (18/5/2020) sekitar pukul 12.00 WIT. Saya sudah sampaikan ke mereka untuk nantinya bukti terima (pengambilan lewat ATM atau bank) dikirim balik ke kami untuk menjadi bukti laporan pertanggung jawaban,” tandasnya. (Gerry)



Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar