Marrin News

Tak Dapat Lanjutkan Perjalananan, Pemkab Malra Tampung 8 Warga Kepulauan Tanimbar

Bupati Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun saat memantau langsung pemeriksaan penumpang KM.Leuser di Pelabuhan Yos Sudarso Tual Kamis (9/04/2020)
Bupati Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun saat memantau langsung pemeriksaan penumpang KM.Leuser di Pelabuhan Yos Sudarso Tual Kamis (9/04/2020)

Langgur, Marrinnews.com – Sebanyak 8 warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) penumpang KM. Lueser terpaksa harus ditampung Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra), akibat tak dapat melanjutkan perjalanan menuju daerah asal.

Sebagaimana diketahui, KM Luser tiba di Pelabuhan Yos Sudarso Tual pada Kamis (9/4/2020) Pagi. 
sesuai data yang berhasil dihimpun Marrin News, kedelapan warga KKT tersebut, diantaranya Aloisya Kadun (35) warga desa Alusi Krawain-asal perjalanan Bali, Jully Balawatun (23), Maryani Afaratu-Perempuan (25) warga desa Tutunametal-Molu Maru,  Elsina Luturmas-Perempuan (35)-Manglusi, Reksandi Batkunda-Laki laki (39)- Manglusi, Amasamin Luturmas-Laki laki (21)-Manglusi dan 2 orang Balita (2 bulan dan 1 tahun)-asal perjalanan Makassar.

Kedelapan warga bumi Duan Lolad itu untuk sementara ini akan menjalani masa karantina selama 14 hari di Hotel Langgur sambil menunggu koordinasi lebih lanjut antara Bupati Malra M. Thaher Hanubun dan Bupati KKT Petrus Fatlolon.

“Dari sisi kemanusiaan, maka mereka untuk sementara ini kita tampung dulu disini sambil saya akan berkordinasi dengan Pemkab KKT untuk bagaimana caranya memulangkan mereka,” ungkap Bupati Malra Thaher Hanubun kepada awak media di Tual, Kamis (9/4/2020).

Hanubun menegaskan, segala kebutuhan yang diperlukan kedelapan warga KKT selama berada di Maluku Tenggara akan menjadi tanggung jawab Pemda Malra.

“Mungkin termasuk Kota Tual juga,” katanya.

Sementara bagi warga pelaku perjalanan asal KKT mengaku bangga  dengan kebijakan Bupati Malra yang mana telah dengan rendah hati memperbolehkan mereka tinggal untuk sementara waktu di Bumi Larvul Ngabal.

“ Dari apa yang saya lihat hari ini saya sangat terkesan sekali, makan, minum dan transportasi, bahkan tempat tinggal pun ditanggung oleh Pemda Malra dan Kota Tual. Yang seperti ini tidak kami dapatkan di luar sana. Tentunya kami berterima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Pa Bupati Malra atas apa yang telah dilakukan kepada kami,” ucap Amasamin Luturmas, salah satu warga yang ditampung Pemda Malra.

Disisi lain, ia menilai, Standar pengamanan hingga pemeriksaan Kesehatan bagi para pelaku perjalanan yang diberlakukan Pemda Malra dan kota Tual jauh sangat baik dibandingkan dengan daerah lainnya.

“Saya cukup kaget tadi karena proses pemeriksaan sangat ketat dan berlapis-lapis. Saya sedikit merasa tidak nyaman, tapi tentu bahwa apa yang diterapkan ini jauh sangat baik dan tepat demi kita semua,” katanya.
Warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar Pelaku Perjalanan saat berada di lokasi Karantina Hotel Langgur
Warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar Pelaku Perjalanan saat berada di lokasi Karantina Hotel Langgur

Kedelapan pelaku perjalanan ini berharap, Pemda Kepulauan Tanimbar, dalam hal ini Bupati setempat dapat segera mengambil kebijakan untuk memulangkan mereka.

Menurut pengakuan pelaku perjalanan asal KKT itu bahwa mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat adanya informasi bahwa pelabuhan Saumlaki telah ditutup.

“Kami merantau dan datang dari jauh untuk bertemu keluarga kami yang ada di Tanimbar. Tapi apa daya sekarang kami harus tertahan di Kei. Kami rindu keluarga disana, jadi kalau bisa, Pa Bupati KKT dapat buka kembali pelabuhan untuk kami bisa pulang,” . (Gerry).




Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar