Marrin News

Pemkab Malra Siap Pulangkan 8 Warga Kepulauan Tanimbar

Juru Bicara Tim Covid-19 dr. Katrinje Notanubun
Juru Bicara Tim Covid-19 dr. Katrinje Notanubun

Langgur, Marrinnews.com - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku dalam waktu dekat akan memulangkan 8 warga asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang menjalani karantina di Hotel Langgur sejak Minggu (9/4/2020).

Juru bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Malra, dr. Katrinje Notanubun menjelaskan, 8 warga KKT tidak di izinkan pulang ke Saumlaki karena Pemerintah Daerah setempat telah menutup (Lockdown) akses jalur pelabuhan laut.

Hal tersebut dilakukan untuk membatasi  masuknya warga dari daerah yang tercatat sebagai zona merah virus corona.

"Pelabuhan Saumlaki saat ini masih ditutup dan tidak menerima masyarakat yang pulang kampung halaman. Jadi sementara 8 warga ini ditangani oleh Pemda Malra untuk menjalani karantina selama 14 hari,” terang Notanubun dalam konfrensi pers di Langgur, Rabu (15/4/2020).

Kepala Dinas Kesehatan itu mengaku, Pemda Malra sudah berkoordinasi dengan Pemerintah KTT melalui Dinas Kominfo guna dapat memulangkan 8 pelaku perjalanan yang mana adalah warga dari daerah tersebut.

"Kami sudah menghubungi dinas kominfo setempat, dan mereka merespon sekali terkait pemulangan 8 pelaku perjalanan tersebut." tuturnya.

Menurut Notanubun,  Pemda KTT berencana memulangkan 8 warganya dengan menggunakan maskapai penerbangan Wings Air dalam waktu dekat ini.

Lanjutnya mengatakan, penumpang (pelaku perjalanan) asal Saumlaki yang menumpang KM. Ngapulu (14/4/2020) tidak di izinkan turun di Malra dan Kota Tual. Hal ini dilakukan sesuai kesepakatan hasil rapat Pemda Malra dan Kota Tual bersama Forkopimda di Polres Malra, Senin (13/4/2020).

"Sesuai hasil rapat bersama kedua Pemerintah terkait persiapan masuknya KM. Ngapulu itu, dimana diwajibkan bagi satgas agar hanya menerima warga asal Malra dan kota Tual saja. Sementara untuk warga lainnya, kami tidak terima," ungkap dr. Ketty.

Diberitakan Marrin News sebelumnya, 8 warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar dimaksud tiba di Tual dengan menumpang KM. Leuser, Minggu (9/4/2020). Kedelapan warga itu terpaksa harus ditampung Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lantaran pelabuhan Soumlaki telah lockdown, sehingga mereka tak dapat melanjutkan perjalanan. 

Kedelapan warga Kepulauan Tanimbar tersebut, diantaranya Aloisya Kadun (35) warga desa Alusi Krawain-asal perjalanan Bali, Jully Balawatun-Perempuan (23), Maryani Afaratu-Perempuan (25) warga desa Tutunametal-Molu Maru,  Elsina Luturmas-Perempuan (35)-Manglusi, Reksandi Batkunda-Laki laki (39)- Manglusi, Amasamin Luturmas-Laki laki (21)-Manglusi dan 2 orang Balita (2 bulan dan 1 tahun)-asal perjalanan Makassar. (Gerry)


Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar