Marrin News

Sosialisasi Pencegahan Covid-19 di Kei Besar, Notanubun: Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

Sosialisasi  Pencegahan Covid-19 oleh Tim Satgas Kabupaten Maluku Tenggara

Langgur, Marrinnews.com – Upaya pencegahan terhadap merebaknya Corona Virus Sispaed (Covid-19) oleh Pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara terus dilakukan. Salah satunya lewat sosialisasi edukasi, baik melalui media massa (media berita elektronik/cetak) ataupun media sosial (Facebook, WhatsApp, dan lain-lain).

Selain itu, sosialisasi langsung ke setiap desa disertai pembagian sticker bernarasi himbauan dan tata perilaku hidup sehat juga dilakukan. Meski demikian, upaya tersebut terasa akan sia-sia jika tak dibarengi kesadaran masyarakat dalam mengikuti mekanisme protokol pencegahan Covid-19 sebagaimana telah diterapkan.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Ketty Notanubun mengatakan, upaya pencegahan sesuai protap Pemerintah untuk menghindari tempat-tempat keramaian belum sepenuhnya dipatuhi masyarakat.

“Memang ini masih terasa sulit karena kesadaran masyarakat yang dirasa masih kurang dalam mengananggapi persoalan Covid-19,” ungkap Notanubun saat memberikan sosialisasi di Ohoi Soindat Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Minggu (22/3/2020).

Dirinya menyayangkan sikap masyarakat yang tak bijak dalam menanggapi berbagai informasi seputar Covid-19. Hal ini, katanya, lantas membuat masyarakat itu sendiri merasa panik dan takut.

“Dalam era yang serba canggih ini, masyarakat perlu bijak menanggapi informasi yang diterima. Mengingat ada banyak tupoksi maka tentu akan membuat kepanikan ditengah warga,” imbaunya.

Notanubun mengungkapkan, kepanikan dan ketakutan yang berlebihan dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19 tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan diri sendiri. Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat harus tetap dapat menciptakan perasaan bahagia guna menghindari stres dalam diri masing-masing.

“Kita tidak perlu takut dan panik. Bahwasannya, masing-masing dari kita memiliki daya tahan tubuh yang tinggi untuk menangkal virus yang masuk ke tubuh. Tetapi jika tubuh kita lemah, kurang beristirahat dan tidak mengkonsumsi makanan bergizi, pasti akan memicu stres dan akibatnya virus akan dengan mudah menyerang bagian vital dalam tubuh kita,” katanya.

Sekertaris Tim Satuan Pencegahan Covid-19 Malra ini menegaskan, Pemerintah daerah akan terus berupaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di daerah ini. Namun, wujud upaya ini perlu dilakukan secara mandiri dan bersama-sama pula oleh masyarakat dengan tetap mematuhi protap yang berlaku dan tetap menjaga pola perilaku hidup sehat sesuai standar WHO.

“Hindarilah aktivitas yang mengumpulkan banyak orang atau tempat-tempat keramaian. Kalau ada kelebihan biaya, baiknya sudah harus berbelanja kebutuhan pokok ke pasar ataupaun mini market. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” pesan Notanubun.

Senada hal itu, Kepala BPBD Mohtar Ingratubun mengungkapkan, Pemkab Malra melalui Tim Satgas telah melakukan sejumlah langkah konkrit penanggulangan pencegahan sebaran Covid-19. Baik sosialisasi yang rutin dilakukan, koordinasi dengan Pemkot Tual maupun pengadaan peralatan medis.

Terkait peralatan medis, Ingaratubun mengaku, anggaran belanjanya telah ada. Meski begitu, katanya, peralatan medis tersebut sulit didapatkan karena stok sangat terbatas.

“Kami sudah berusaha mencari ke daerah-daerah lain, tetapi memang semua daerah membutuhkan saat ini jadi sulit untuk kita dapatkan. Yang kita bisa dapat sekarang hanya 4 alat scanner saja dan akan dipakai di Bandara, pelabuhan Elat, pelabuhan Watdek dan ruang kerja Bupati,” ungkapnya.

Ketua Tim Satgas Pencegahan Covid-19 Malra ini mengungkapkan, kasus sebaran Covid-19 pada dasarnya dibawah masuk oleh orang dari luar daerah atau negeri yang terinfeksi virus ini. Guna mengantispasi hal itu, menurut dia, pihaknya pada Jumat kemarin telah berkoordinasi dengan Pemkot Tual untuk menangani area pintu masuk Pelabuhan Yos Sudarso.

“Ini lokasi pintu masuk yang paling vital karena hampir satu Minggu sekali ada 3 kapal yang masuk dengan jumlah orang yang berdatangan kurang lebih mencapai 2 – 4 ribu jiwa. Sehingga kita perlu mengantisipasi hal tersebut secara bersama-sama demi kenyamanan masyarakat di dua daerah ini,” sebutnya.

Ingratubun mengingatkan, hal terpenting dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, ada pada diri pribadi kita masing-masing.

“Bahaya penularan Corona Virus dapat dicegah, apabila kita tetap menjaga pola hidup sehat sesuai arahan, hindarilah kerumunan dan aktivitas yang mengumpulkan orang banyak,” imbaunya.

Sebagai informasi, Sosialisasi Penanganan dan pencegahan terhadap Coran Virus (Covid-19) oleh Pemda Malra melalui Tim Satgas pada Minggu (22/3/2020), dilaksanakan di Ohoi Soindat dan Hoat, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat. Sosialisasi tersebut dibarengi pelaksanaan sidang ke 43 Klassis GPM Pulau Kei Besar. (Gerry)


Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar