Marrin News

Perangi Narkoba, Wali Kota minta Penegak Hukum Punya persepsi Sama

Wali Kota Tual Adam Rahayaan. S.Ag., M.Si saat menghadiri kegiatan pencanangan Desa Bersih Dari Narkoba (Bersinar) oleh BNN Kota Tual direstoran pelangi Sabtu (29/02/2020).


Tual, Marrinnews.com.- Predikat Kota Tual yang masuk peringkat ke-3 penyalahgunaan Narkoba di Provinsi Maluku membuat Wali Kota Tual Adam Rahayaan. S.Ag., M.Si menabuh genderang perang dengan secara terbuka menyatakan perang terhadap penyebaran serta penggunaan yang di mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Saya harus menyatakan perang, karena saya sangat malu, saya kepala daerah, saya S.Ag, saya ustat sekalipun bobot dan kualitas tidak sama dengan Ustadz lainnya tapi sering dipanggil Ustdaz saya malu juga dan Pemimpin suatu kelak akan diminta pertanggungjawaban," Tegas Wali Kota saat menghadiri kegiatan pencanangan Desa Bersih Dari Narkoba (Bersinar) oleh BNN Kota Tual direstoran pelangi Sabtu (29/02/2020).

Pada tahap pertama sambungnya tes urin yang dilakukan atas kerjasama bersama BNN sebanyak 7 ASN dinyatakan positif, menggunakan SPPD yang bersumber dari APBD 7 orang ASN kemudian dibawa untuk di rehabilitasi ke Jakarta, 1 orang ditahan di bandara karena DPO Polda Makasar, 2 orang bersedia ikut rehabilitasi 4 orang menolak.

"Diberikan SPPD, Pada tahap awal keberangkatan semuanya menolak dan memilih kembali, saya langsung memanggl mereka dan perintahkan kembali dengan biaya sendiri,saya langsung mengawal mereka di jakarta, 2 orang bersedia namun 4 orang menolak dan bagi yang menolak akan saya bebas tugaskan dari jabatanya sebagai konsuekwensi" Ungkapnya.

Langkah ini harus ditempuh apapun konsuekwensi yang akan dialamatkan kepada dirinya, karena masyarakat serta ASN menunggu tindaklanjut penanganannya, dirinya tidak ingin dinilai lemah apalagi Mendagri dalam arahanya saat dirinya mengikuti kegiatan Sistim Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah (SAKIP) di jogjakarta telah menginstruksikan agar kepala daerah memecat ASN yang terlibat juga Kepala OPD yang tidak serius soal narkoba maka di nonjobkan.  

Tes Urin Bagi Semua Pimpinan OPD

Setelah tuntas tindaklanjut hasil pemeriksaan urine pertama maka pada Tahap Ke-2 dirinya menjadwalkan akan melaksanakan pemeriksaan urine bagi semua Pimpinan OPD hal ini sebagai bentuk keseriusan dirinya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Berdasarkan informasi dari ke-7 ASN yang positif banyak ASN pengguna narkoba yang namanya telah saya kantongi, untuk itu tidak hanya sampai disini saya akan perangi, akan ada tahap lanjutan pemeriksaan bagi semua kepala Dinas, Pimpinan OPD, akan saya beri sangsi tegas sehingga ada efek jera,” Jelasnya.

Pada kesempatan tersebut dirinya juga meminta kepada aparat penegak hukum agar serius dalam memerangi Narkoba, hal ini mengingat penegakan hukum masih berjalan ditempat, dicontohkanya bahwa sudah ada putusan tetap (Inkrah) oleh Mahkamah Agung tetapi kenyataan belum juga dieksekusi.


“Institusi yang juga digaji negara mari kita bergandengtangan, punya persepsi yang sama, punya pandangan yang sama, punya keseriusan yang sama kapan itu orang diciduk itu baru, karena putusan itu sudah inkrah sudah selesai upaya hukumnya kapan itu dieksekusi karena tes urinenya masih positif lagi.”Bebernya. (MN_86).

Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar