Marrin News

Wali Kota Ajak Orang Tua Sekolahkan Anaknya di Pesantren

Wali Kota Tual Adam Rahayaaan S,Ag. M,Si saat tiba di Ponpes Al-Ikhlas

Tual, Marrinnews.com.- Peringatan Hari Santri Nasional Ke-4 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Desa Tamedan, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual pada Selasa 22 September 2019 berlangsung khidmat dan meriah.

Pantauan Media ini Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S.Ag., M.Si. yang bertindak selaku Inspektur Upacara pada peringatan Hari Santri dengan Tema Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia saat tiba di Ponpes Al-Ikhlas disambut dengan pengalungan Serban serta tarian hadrat oleh Pengawas Pondok dan Santriwan Santriwati.

Pengalungan Serban kepada Wali Kota Tual Adam Rahayaan S,Ag. M,Si.

Parade bendera Merah Putih sepanjang 22 meter yang dibentangkan dan dibawa oleh santri sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Sejak sat itu Indonesia memperingati Hari santri setiap tanggal 22 Oktober. Parade ini diiringi oleh drumd band Pesantren Al-Ikhlas Tual.

Pada saat Upacara Bendera, setelah pengibaran bendera merah putih serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan mengheningkan cipta, Pembacaan Naskah Pancasila dan Undang-Undang Dasar juga terdapat pembacaan Ikrar Santri Indonesia dan Resolusi Jihad Fisabilillah untuk mengenang para pejuang dimana para ulama dan santri yang juga ambil bagian dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

Wali Kota Tual usai membacakan sambutan Sekjen Kementrian Agama Republik Indonesia M. Nurcholis Setiawan, acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Hari Santri Nasional dan Lagu Syubbanul Wathon (Yalal Wathon) yang dinyayikan seluruh Pengurus, guru, santriwan dan santriwati serta para undangan.

Setelah upacara berakhir santriwan dan santriwati menghibur para undangan dengan suguhan Tari panah, Tari Padupa, Tari Samrah serta tarian lainnya yang sontak membuat tepuk tangan para tamu undangan diantaranya Kepala Kementrian Agama Kota Tual bersama seluruh jajarannya, Kepala Sekolah Se-Kota Tual, SKPD Lingkup Pemkot Tual, Forkopimda serta tamu undangan lainnya.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S.Ag., M.Si. kepada media ini usai kegiatan mengatakan Dirinya merasa bersyukur karena dalam peringatan Hari Santri Tahun 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, dimana memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat .

"Dengan Undang-Undang ini pula tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya ," Ujarnya.

Dirinya juga bersyukur bahwa keberadaan Pesantren yang berada pada daerah lainnya dan terlebih khususnya di Kota Tual jarang bahkan tidak ada sama sekali terdengar tawuran antar santri, sehingga diharapkan melalui momentum Hari Santri ini dapat dijadikan sebagai motivasi bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya pada Pesantren.

"Saya tadi terharu jujur, dimana sejarah perjuangan bangsa para kiai dan ulama turut serta dalam perjuangan merebut kemerdekaan,” Ujarnya.

Untuk itu dirinya mengharapkan pesantren kekinian dapat berada di garda terdepan dalam menjaga kemerdekaan, keutuhan NKRI dengan melawan paham radikal serta terorisme.

“Pengabdian atau Khidmat yang tadi kita dengar lulusan Pesantren yang telah tersebar di Indonesia itu banyak yang bergerak di dakwah, pesantren baik formal maun non formal bisa menjadi corong dalam melawan paham radikalisme,” Tutupnya. (MN_86)

Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar