Marrin News

Dituding Memprovokasi, DPRD Agendakan Memanggil Kadis Perkim


Ketua DPRD Kota Tual Taufik Hamud



Tual, Marrinnews.com.- Terkait informasi bahwa DPRD Kota Tual memangkas anggaran Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) sebesar 6 Miliar pada Penetapan Perubahan Anggaran Tahun 2019 itu tidak benar hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Taufik Hamud kepada media ini melalui telephon selulernya pada Kamis 12 September 2019.

“Yang terhormat Walikota Tual mendapat informasi sepihak dan bersifat provokatif yang bertujuan untuk memecah belah DPRD dan Wali Kota yang selama ini luar biasa harmonisnya,” Sesal Hamud.

Dijelaskanya yang memprovokasi dalam hal ini pihak yang menyampaikan informasi tersebut kepada Wali Kota, disinggung terkait pernyataan Wali Kota bahwa informasi tersebut diketahuinya saat mendapat laporan dari Wakil Wali Kota dan Kadis Perkim, Hamud secara tegas menuding Kadis Perkim yang sengaja memberikan informasi yang tidak sesuai fakta pada pembahasan di DPRD.

“ kami yakin itu Bukan dari Wakil Walikota karena secara prinsipil sama dengan Wali Kota, namun ASN yang melaporkan yang kami tuding sebagai Provokator,” Tegas Hamud.

Lebih lanjut kata dia DPRD dalam hal ini Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Kota Tual selama pembahasan tidak ada dinamika yang berlebihan dalam memutuskan dan menetapkan Rancangan Peraturan Daerah terkait Perubahan anggaran tahun 2019.

“ seluruh hasil yang diputuskan baik itu program serta anggaran adalah keputusan bersama 2 institusi tersebut, dan bukan keputusan sebelah pihak dalam hal ini ansi DPRD,” Paparnya.

Pimpinan OPD dalam hal ini selaku pembantu Wali Kota sambungnya dinilai mencari sensasi dan upaya ini menunjukan ketidakloyalnya pimpinan OPD bersangkutan kepada Wali Kota karena tidak benar pemangkasan sebesar 6 miliar oleh DPRD, karena yang benar adalah dalam pembahasan KUA dan PPS dana yang tersedia di Perkim hanya 4,9 miliar sehingga bagaimana mungkin DPRD memangkas anggaran lebih dari nilai tersebut.

“Menurut rekan rekan Pers bagaimana mungkin dana yang tersedia hanya Rp 4,9 Miliar apakah mungkin DPRD memangkasnya 6 miliar bagaimana cara, yang benar adalah DPRD hanya memangkas 2 miliar,” Rincinya.

Rasionalisasinya terhadap pemotongan tersebut DPRD berkeyakinan masa efektif penggunaan dalam hal ini penyerapan anggaran sangat mepet mengingat waktu sisa ditahun 2019 hanya tersisa 3 bulan.

“Ada 3 catatan kritis DPRD dalam penilaian terhadap Dinas Perkim yang pertama dari seluruh Dinas Perkim merupakan Dinas yang sangat rendah penyerapan anggaranya,” Ungkapnya.

Kedua sambungnya DPRD menghindari lambat penyerapan anggaran di awal tahun tetapi cepat di akhir tahun dalam hal ini November dan Desember dan yang ketiga DPRD menghindari terjadinya kembali masalah pada Dinas Perkim di Tahun 2018.

“ diakhir tahun 2018 anggaran 10 miliar pada Perkim di habiskan dalam waktu 1 bulan dengan menghindari proses tender dengan cara memecah nilai proyek menjadi paket penunjukan yang ternyata pelaksanaannya amburadul dan terdapat banyak masalah,” Kesalnya.

Kebijakan memangkas anggaran dengan menyisakan Rp 2,9 miliar ini bukan keinginan DPRD tetapi berdasarkan koordinasi dengan Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) terkait efektifitas waktu dalam proses lelang sampai dengan batas akhir pelaksanaan sebuah pekerjaan.

“ kita dalam hal ini DPRD menghindari penyerapan anggaran yang terkesan dikejar tapi mengindahkan kualitas sebuah pekerjaan, ini masalah dan pernah kejadian sebelumnya, DPRD tidak ingin kembali kecolongan,” Pungkasnya.

Hamud yang juga Sekretaris Partai Golongan Karya tersebut menyampaikan Notulensi pada sekretariat DPRD sebagai bukti bahwa DPRD dalam hal ini fakta terkait pembahasan dimaksud masih ada, sehingga upaya yang dilakukan sebagai pelemahan DPRD juga sebagai cara provokatif dalam menggiring rakyat Kota Tual agar tidak lagi mempercayai DPRD yang merupakan representasi serta perwakilannya.

“Guna membuka tabir ini sekaligus meluruskanya maka dalam waktu dekat DPRD mengagendakan pemanggilan terhadap Kadis Perkim, hal ini agar harmonisasi DPRD bersama Pemerintah Kota Tual dapat kembali terjalin dan yang lebih penting publik tau bahwa sebetulnya siapa dibalik semua ini,” Tutupnya.(MN_86)   

Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar