Marrin News

Warga Ngamuk Akibat Antrian Panjang Di SPBU

Ilustrasi
Marrin News, Tual.- Budaya antri adalah kondisi agar kita dilatih untuk diantaranya belajar manajemen waktu dimana jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal, belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang belajar menghormati hak orang lain, belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain dan masih banyak hal positif lainnya yang bisa kita dapatkan namun bagaimana saat kita antri di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disaat kita berada pada posisi paling buntut dan diketahui ternyata dari 4 pompa yang tersedia hanya 2 pompa yang digunakan.

Kondisi tersebut terjadi pada SPBU yang berada dikompleks BTN Un Indah Kota Tual yang diketahui milik Erwin Timex, tampak antrian panjang kendaraan roda dua pada SPBU tersebut menyulut emosi seorang warga, pasalnya karena tidak tahan mengahadapi kondisi tersebut dirinya terlihat mengamuk akibat diketahui ternyata 2 buah buah pompa tidak difungsikan.

Pantauan wartawan media ini yang juga saat itu pun turut mengantri, terlihat warga berseragam PNS terlihat geram, mungkin karena ada urusan kantor yang harus On Time atau urusan lainya yang urgen, oknum PNS tersebut memilih keluar dari jalur antrian sembari meneriakan beberapa kata kata kotor, akibat kesal.

Setelah kejadian itu, wartawan mencoba bertemu pihak SPBU tersebut guna menanyakan penyebab tidak difungsikan dua pompa, dalam keterangannya Nasir Warroy yang diketahui sebagai pengawas umum SPBU kepada wartawan mengatakan bahwa ada kerusakan pada mesin dari tangki penampung ke pompa sejak lama.

“ kurang lebih dua bulan tangki mengalami kerusakan,” ujar Warroy kepada wartawan senin (6/3/2017).

Ditanya soal rencana perbaikan Warroy mengatakan bahwa  selaku pengawas dirinya sudah melaporkan kepada Direktur SPBU Erwin Timex namun belum ada realisasi hingga kini.

Mendengar alasan tersebut wartawan meminta izin guna pada keesokan harinya (selasa_Red) diizinkan untuk memotret alat yang diketahui rusak tersebut.

Anehnya pada keesokan harinya selasa, (7/032017) dua pompa yang sebelumnya tidak beroperasi karena rusak, ternyata sudah beroperasi namun pompa yang digunakan sebelumnya malah tidak difungsikan, penasaran dengan kondisi tersebut wartawan kembali menemui pengawas, ketika ditanya apa alasan sehingga dua pompa lain belum dioperasikan warroy mengatakan personil yang bertugas di pompa tersebut lagi sakit sehingga tidak hadir dan saat ditanya mengapa tidak diganti dengan ship cadangan demi pelayanan optimal kepada masyarakat Warroy memilih diam.

Atas kondisi tersebut diduga antrian pada SPBU diduga sengaja dilakukan oleh Pihak SPBU, sehingga guna mengatasi masalah tersebut terulang, Pemerintah Kota Tual, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui bidang terkait dan Pihak Pertamina diminta agar melakukan inspeksi ke SPBUdi dua daerah ini,  karena kebutuhan masyarakat akan BBM khususnya kendaraan Roda dua didaerah ini sangat tinggi namun pelayanan kepada masyarakat tidak sesuai harapan.  (MN­_21)


Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar