Marrin News

Pol PP Berulah Larang Wartawan Meliput FPMK


Marrin News,Langgur.- pelaksanaan pembukaan Karnaval Budaya sebagai rangkaian dalam kegiatan Festifal Pesona Meti Kei (FPMK) pada sabtu (8/10) berlangsung meriah namun pengamanan yang di lakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) sebelum rangkaian kegiatan berlangsung terkesan over Action, hal ini terlihat dalam menjalankan Tugasnya mereka terlihat berlebihan hingga melarang wartawan untuk tidak boleh masuk ke lokasi berlangsungnya kegiatan Guna melakukan Peliputan.
aksi berlebihan yang di lakukan Sat Pol PP ini terindikasi ada perintah secara structural oleh atasanya guna pelarangan wartawan dalam peliputan.
Pelarangan dan pemalangan tersebut dilakukan oleh Oknum Sat Pol PP terhadap kepala biro media online Maluku Post Gerald Leisubun dan Ifo Rahabav Kordinator Peliputan Media Online Marrin News.
Leisubun kepada media ini menyampaikan aksi bak preman ini berawal ketika dirinya bersama rahabav dengan menggunakan sepeda motor mau menuju ke lokasi kegiatan untuk meliput pembukaan FPMK namun sebelum sampe ke lokasi kegiatan yang masih berjarak 1 (satu) kilo meter (KM) keduanya di tahan oleh sekelompok Sat Pol PP yang di pimpin oleh Kasubdid Operasi dan Pengendalian Lodik Rumangun.
anehnya pada saat itu Rumangun sebagai pimpinan yang berada bersama-sama dengaan anggotanya namun terkesan sengaja melakukan pembiaran terhadap anggotanya.
“ketika anggota Pol PP menahan kami dengan maksud untuk melarang masuk ke lokasi kegiatan dengan nada yang agak sedikit tidak menyenangkan ya itu mengatakan bahwa kalian mau ke mana lalu di jawab oleh rahabav bahwa kami ingin lakukan peliputan pembukaan Festival Meti Kei sambil menunjukan kartu pers namun langsung di hardik oleh salah satu anggota satpol pp kalian siapa kenapa bawa motor harus masuk di sini”  Cerita Leisubun.
Menanggapi persoalan tersebut Kabid Humas dan Politik Forkot (Forum Kota) Maluku Tenggara dan Kota Tual Triko Notanubun kepada media ini mengutuk keras tindakan Oknum Sat Pol PP yang selalu melakukan tindakan tidak terpuji pada Even even besar di Maluku Tenggara.
"kita apresiasi kinerja keras Satpol PP Maluku Tenggara dalam melakukan penertiban namun Sat Pol PP juga harus santun dalam menjalankan tugas dan fungsinya agar tidak terjadi ketidaknyamanan di dalam pelaksanaan Festifal pesona meti kei karena festifal pesona meti kei dari kita untuk kita"tukasnya.

Dijelaskan Notanubun perbuatan yang di lakukan oknum satpol pp terhadap jurnalis pada Kegiatan Karnaval Budaya merupakan bentuk dari perbuatan yang tidak terpuji sehingga yang bersangkutan seharusnya di berikan sangsi
Atas insiden tersebut dirinya meminta kepada Kasat Pol PP Maluku Tenggara Munawir Matdoan agar dapat memberikan teguran dan dapat memberikan pemahaman kepada anggotanya saat berada di lapangan agar lebih santun dalam pelayanan karena mengingat ada beberapa oknum anggota yang tidak cakap dalam melayani masyarakat, maupun berkomunikasi dengan masyarakat

Tercatat aksi premanisme oleh Oknum Pol PP Malra pernah terjadi pada saat perselisihan akibat salah paham dengan pegawai honor dinas pekerjaan umum pada saat pesta rakyat memeriahkan HUT RI yang ke 71 pada 17 Agustus lalu yang kini sudah di selesaikan namun pada tanggal 18-19 agustus puluhan anggota Pol PP Maluku Tenggara melakukan penyerangan ke Dinas Pekerjaan Umum pada beberapa waktu lalu, ini merupakan sebuah catatan dimana kedepan diharapkan Pol PP sebagai Penegak Perda dapat lebih professional dan tidak lagi bertindak semena mena. ( Team)
Editing : Iwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar