Marrin News

Inilah Penyebab Oktovina Mengalami Gizi Buruk

Oktovina Saat Di RSUD Karel
Satsuitubun Langgur
Langgur.- Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku Tenggara (Malra) Dengan Motto “Anda Sehat Kami Bahagia“ yang diterjemahkan dalam Program Unggulan salah satunya Perbaikan Gizi ternyata hanya isapan jempol belaka, pasalnya Bayi malang yang diketahui bernama Oktovina Lasibyanan umur  2 (tahun) mengalami Gizi Buruk dengan berat badan hanya 3 kg yang kini sementara dirawat intensif sejak (23/09) pada Ruang Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karel Satsuitubun (KS) Langgur.


Hasil Penelusuran Koran ini menyebutkan Bayi malang Oktovina yang berasal dari Desa Waer Kecamatan Kei Besar Utara Barat Malra sebelum dibawah ke RSUD KS Langgur sempat menjalani perawatan pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Un Kota Tual, Bayi Malang ini diketahui sudah yatim piatu saat ditinggal kedua orang tuanya sejak pebruari 2016, saat itu oktovina masih berusia enam bulan, bayi malang ini kemudian diasuh oleh kakeknya Antonius Tayanan yang keseharianya bekerja sebagai petani, dengan kondisi ekonomi yang terbatas inilah salah satu alasan yang membuat sehingga Pola Asuh khususnya dalam memberikan nutrisi seimbang dan makanan yang layak tidak dapat terpenuhi namun menimbulkan tanda Tanya kenapa bayi malang ini tidak mendapat perawatan dari Puskesdes Atau Puskesmas terdekat, kenapa program Perbaikan Gizi dari Dinkes Malra tidak menjangkau bayi malang tersebut?

Tidak ada Tindakan Pencegahan 
Secara medis oktovina yang berumur 2 tahun dengan status gizi buruk dengan berat badan saat sakit hanya 3 kg, secara normal haruslah memiliki berat badan 8 kg, sebelum memasuki status gizi buruk bayi malang ini sejak berumur 1 tahun haruslah sudah mendapat perhatian serius dari puskesdes setempat dengan Program Pemberian Makanan Tambahan untuk bayi dengan status gizi kurang, ditambah lagi telah didiagnosis oktovina memiliki penyakit penyertaan tuberkulosis  dimana saat itu harus dilakukan tahapan penyembuhan, sehingga diduga bayi malang itu tidak sama sekali mendapat perhatian serius dari dinas kesehatan, puskesmas dan puskesdes setempat saat seharusnya dilakukan pencehagan dan penanganan khusus sebelum bayi dinyatakan menderita gizi buruk.

Puskesmas dan Puskesdes Tidak Memiliki Tenaga Medis  

Oktovina Saat Digendong kakeknya Antonius Tayanan
Sumber koran ini yang enggan namanya dikorankan mengatakan Desa waer diketahui memiliki Puskesdes namun selama ini tidak memiliki tenaga medis bahkan Puskesmas yang berada pada desa tetangga Desa Haar sejak dibangun pada tahun 2013 tidak ada tenaga medis yang melakukan pelayanan kesehatan terhadap warga disana, sedangkan Puskesmas Desa Ad selaku desa induk Tidak menugaskan tenaga medisnya untuk berada dipuskesdes Waer .

“ secara pemerintahan desa ad merupakan desa induk dari waer namun secara geografis desa haar yang terdekat namun saat pertama kali Puskesmas haar dibangun ada 2 tenaga kesehatan yang satunya mantri dan satunya honorer, namun pelayananya hanya selama 1 bulan kemudian tidak ada lagi, alasanya karena tidak adanya pasokan obat dari dinas kesehatan“ beber sumber

Sementara itu Terkait tidak adanya tenaga medis pada puskesdes Waer sekretaris dinas kesehatan malra Daniel saat ditemui diruang kerjanya mengatakan bahwa untuk tanggungjawab tenaga medis pada puskesdes Waer merupakan tanggungjawab puskesmas ohoi Ad dan bukan tanggung jawab dinas.

Sedangkan untuk persoalan Gizi buruk lanjut Daniel saat ini dinas kesehatantelah membentuk tim untuk segera turun ke desa waer guna memeriksa apakah ada kasus gizi buruk lainya disana. (team)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar