Marrin News

TPA Diresmikan, Pemuda Ragukan Penanganan Sampah.



Marrin News, Langgur.- Belum lama ini, Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun meresmikan tempat pembuangan akhir (TPA) yang terletak di petuanan desa Isso, Kabupaten Maluku. Sayangya, TPA yang baru diresmikan operasional itu dikhawatirkan tidak akan mampu merealisasi target pengelolaan sampah terpadu dan ramah lingkungan. 
Bupati dalam sambutan ketika peresmian mengatakan pengelolaan sampah apabila tidak dikelola dan  ditangani dengan baik maka akan berdampak pada kesehatan lingkungan, karena itu perlu penanganan sampah yang komprenhensif, cepat dan berkelanjutan sehingga tidak menimbulkan dampak pada terumbu karang,kerusakan spesies yang endemik, untuk mencegah dampak tersebut  di bangun tempat pengelolan sampah.
Menanggapi keberadaan TPA, Kordinator DPD KNPI Kota Tual-Malra, Ruslani Rahayaan menegaskan pengoperasian TPA jangan hanya dijadikan sebagai proyek mubazir nantinya karena itu diingatkan agar pengelolaan TPA dioptimalkan.
Penegasan Rahayaan ini sekaligus menyikapi masalah sampah yang masih dibuang sembarangan dan berserakan di sejumlah titik Kota Langgur. “Kami sangat mengapresiasi adanya kebijakan pemda membangun TPA untuk menangani masalah sampah di daerah ini namun, kita juga masih melihat adanya sampah yang dibuang sembarangan yang mencemari lingkungan dan mengotori pemandangan Kota Langgur,” Ungkap Rahayaan kepada wartawan, kemarin.
Menurut dia, Badan lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tenggara termasuk Bidang Kebersihan Kota harus objektif dimana kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya masih jauh dari harapan sehingga kerap terlihat sampah berserakan di tengah Kota Langgur.
Bukan saja itu, Bidang kebersihan Kota juga harus optimal melaksanakan tugas terutama dalam membangun partisipasi masyarakat untuk mendukung kebersihan lingkungan dengan mengajak masyarakat terus-menerus untuk membuang sampah di tempatnya. “Kami menilai keberadaan TPA itu akan sia-sia apabila pengelolaan sejak awal tidak dilakukan secara konsisten. Perlu adanya kerja ekstra agar partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” saranya.
Mantan ketua KNPI Kota Tual itu juga mengharapkan agar Bidang Kebersihan Kota perlu mengatur kembali pola pembersihan Kota. Kata dia, pembersihan kota dengan menyapu jalan dan mengangkut sampah tiap harinya harus dilakukan sudah sejak pukul 05.00 WIT subuh sebelum aktivitas masyarakat berlangsung. ”Coba kita lihat saja setiap hari pasukan kuning (petugas kebersihan) membersihkan jalan itu sudah berkisar pukul 06.00-07.00 WI yang mana aktivitas masyarakat sudah padat. Ironisnya kalau kita berjalan di beberap ruas jalan seperti di perumahan BTN Perumnas Langgur, jalan menuju Kolser samping Stadion Maren Langgur, dan wilayah pasar Langgur, ini perlu menjadi catatan Bidang kebersihan,” tekannya. (Team)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar