Marrin News

Berawal Perkenalan Lewat SMS. “SW” Gadis Dibawah Umur Diperkosa Dan Dianiaya 3 Pemuda



Marrin News, Langgur.- sungguh tragis nasib yang menimpa “SW” gadis yang diketahui masih berusia 16 Tahun, setelah diperkosa 3 (tiga) pemuda, “SW” kemudian dianiya dan di tinggalkan pada areal pekuburan desa labetawi, beruntung ditemukan warga “SW” langsung dibawah ke keluarganya, setelah mengetahui, keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Maluku Tenggara pada Rabu ( 29/01)
Aisa Ngabalin salah satu keluarga “SW” kepada marrin news menuturkan kejadian tersebut berawal dari SMS (short message service) antara “SW” dan “O”, “SW” dari sms O kemudian menjemput SW dengan menggunakan mobil, setelah naik kemobil ternyata didalam mobil sudah ada 2 rekan “O” yaitu “AU” Dan “KN”, SW lalu dibawah kelokasi taman wisata difur, disanalah diduga SW diperkosa “O” “AU” Dan “KN”
Setelah dari Difur SW kemudian dibawah ke arel pekuburan labetawi dan ditinggalkan begitu saja, setelah sehari dipekuburan SW kemudian ditemukan warga dalam kondisi lemas.
 diketahui SW tidak hanya diperkosa tetapi juga mengalami penganiayaan, hal tersebut dibenarkan saat di bawah ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk divisum, SW ternyata megalami luka lebam di leher bagian belakang.
Lanjut dia, selaku keluarga dirinya meminta agar pihak kepolisian tidak lamban dalam menangani kasus yang menimpa “SW” dan segera menangkap ke tiga Pelaku tersebut jangan sampai hukum Key berlaku.
’’selaku keluarga saya meminta kepada polisi jangan lambat dalam menangani kasus yang menimpa saudari kami, saya juga Ingatkan kepada polisi agar tau bahwa kami orang key dalam hukum adat kei kami siap mati demi sanak saudara perempuan dan batas tanah, apabila polisi lambat jangan sampai kami menggunakan hukum key,’’Tegasnya
Dirinya menambahkan bahwa tindakan yang telah dilakukan O, AU Dan KN telah mencedarai harkat dan martabat perempuan yang ada didaerah ini
’’tindakan yang dilakukan oleh ketiga pelaku tersebut dinilai sangat mencedarai harkat dan martabat perempuan dan sangat mencederai nilai hukum adat kei maka dari itu saya minta kepada polisi agar jangan tebang pilih dan main main dalam kasus tersebut.’’ujarnya (MN03)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar