Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun membacakan nota pengantar LKPJ 2020 dalam sidang Paripurna di Gedung DPRD Maluku Tenggara, Senin (19/4/2021). Foto: CL |
Penulis: Ghege Ngamel | Editor: Ghege
Langgur, Marrinnews.com – Bupati Maluku Tenggara Muhamad
Thaher Hanubun telah menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ)
Malra tahun 2020. Thaher mengungkapkan penyesuaian fokus pembangunan hingga alokasi
penganggaran daerah mengalami penurunan.
Bupati mengatakan arah kebijakan pembangunan Kabupaten
Maluku Tenggara tahun 2020 diarahkan pada upaya peningkatan kualitas SDM, ekonomi
dan infrastruktur.
Kebijakan tersebut ditetapkan sesuai tema pembangunan 2020 yang
bertumpu pada akselerasi pembangunan infrastruktur wilayah, pengembangan ekonomi
dan sumber daya manusia. Progres ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
rakyat.
“Namun demikian dalam tahun 2020, fokus pembangunan yang
sudah ditetapkan mengalami penyesuaian, baik dari sisi target kinerja maupun
dari sisi penganggaran,” kata Thaher Hanubun saat membacakan nota pengantar LKPJ
dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Maluku Tenggara, Senin (19/4/2021) malam.
Tak sampai disitu, ia menyebut dana alokasi khusus (DAK) fisik
tahun 2020 untuk Kabupaten Maluku Tenggara mengalami pemotongan. Beberapa bidang
DAK yang penting dan strategis untuk mendorong pembangunan infrastruktur, harus
dikembalikan dan tidak diproses di daerah.
“Akibat dari hal-hal sebagaimana dimaksud, alokasi
penganggaran daerah di tahun 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ungkap
MTH.
Bupati menuturkan, faktor penyebab dinamika penyesuaian pembangunan
hingga menurunnya alokasi anggaran daerah akibat dari pandemi virus Corona. Ia mengklaim,
pandemi COVID-19 berdampak secara langsung pada alokasi belanja program dan
kegiatan.
“Dalam tahun 2020 sesuai amanat Undang-undang Nomor 2 tahun
2020 maka dilaksanakan refocusing dan realokasi belanja,” jelas mantan Anggota
DPRD Provinsi Maluku itu.
Realisasi Keuangan Daerah 2020
Bupati Thaher Hanubun dalam penyampaian nota pengantar LKPJ
memaparkan gambaran penyesuaian dan realisasi pengelolaan keuangan daerah Maluku Tenggara tahun
2020.
Pertama terkait pendapatan daerah, ia mengungkapkan total pendapatan
tahun 2020 yang dirancang dalam APBD sebesar Rp1,033,528,116,054.36. Mengalami
penyesuaian perubahan menjadi Rp909,845,451,809.68.
“Realisasi sampai dengan 31 Desember 2020, sebesar Rp905,325,049,781.93
atau 99,5 persen,” sebut Thaher.
Dia mengatakan total pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan
asli daerah (PAD), yang ditargetkan sebesar Rp45,847,921,693.32. Terealisasi sebesar
Rp44,336,537,430.63 atau 96,7 persen.
Selanjutnya dana perimbangan, ditargetkan sebesar Rp686,904,442,062.00.
Direalisasi sebesar Rp678,193,764,157.00 atau 98,73 persen.
Sumber lainnya, tambah Thaher, yakni pendapatan daerah yang sah
dengan target sebesar Rp177,093,088,054.36. Realisasi sebesar
Rp182,794,748,194.30 atau sebesar 103,22 persen.
Kedua tentang anggaran belanja daerah, Bupati mengungkapkan belanja
daerah Kabupaten Malra tahun 2020 dianggarkan sebesar Rp1,030,151,616,054.36. Mengalami
penyesuaian dalam APBD perubahan menjadi Rp933,693,959,288.64. Terealisasi sebesar
Rp914,886,118,999.79 atau sebesar 98,46 persen.
Thaher merincikan total peruntukan belanja tersebut, yakni belanja
tidak langsung dirancang sebesar Rp518,670,149,592.51 dengan realisasi sebesar Rp515,086,678,402.00
atau 99,31 persen.
Sedangkan untuk belanja langsung, dirancang sebesar Rp415,023,809,696.13
dan terealisasi Rp399,799,440,597.79 atau 96,33 persen.
Ketiga terkait pembiayaan daerah, Bupati mengungkapkan untuk
penerimaan pembiayaan dirancang sebesar Rp28,648,507,478.96 dengan realisasi
100 persen. Sementara pengeluaran pembiayaan dirancang sebesar Rp4,800,000,000.00
dan terealisasi 100 persen.