Marrin News

Pemkot Tual Serahkan Bantuan Sarana Perikanan Tahun Anggaran 2020

Wali Kota Tual, Adam Rahayaan, menyerahkan secara simbolis paket bantuan sarana penangkapan ikan dan pemasaran hasil perikanan tahun anggaran 2020 kepada perwakilan nelayan penerima bantuan di Aula Balai Kota Tual, Sabtu (12/12/2020) sore. Foto: Nick Renleuw.

Tual, Marrinnews.com – Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Perikanan setempat menyerahkan paket bantuan sarana penangkapan ikan dan pemasaran hasil perikanan tahun anggaran 2020 kepada sejumlah nelayan. 

Acara penyerahan bantuan berlangsung di Aula Balai Kota Tual, Sabtu (12/12/2020) sore.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Tual, Adam Rahayaan dan Kadis Perikanan Tual, Salma Laisouw. Turut pula, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Tual, di antaranya HJ Aisya Renhoat, Zainal Kabalmay, Rivai Sether, Jopie Silubun dan Alexander Betaubun.

Acara penyerahan bantuan diawali dengan penyampaian laporan panitia yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas Perikanan Tual, Iwan Serang. 

Dalam laporannya, Serang menyebutkan, bantuan yang diberikan terdiri dari 19 paket yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan 48 paket yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Serang menjelaskan, bantuan yang diberikan jika disandingkan dengan potensi sumber daya yang tersedia maka masih terdapat ruang pemanfaatan yang cukup besar demi pembangunan sektor perikanan.

Lebih lanjut ia mengingatkan, pembangunan sektor perikanan tidak hanya didorong melalui peningkatan sarana dan prasarana namun aspek peningkatan kualitas SDM, kelembagaan, regulasi serta manajemen rantai pasok yang jelas.

“Ini akan menjadi prioritas kami dalam mendukung visi dan misi Bapak Wali Kota Tual dan semua ini tentunya membutuhkan dukungan lintas sektor serta dukungan dan partisipasi seluruh stakeholder,” ungkap Serang.

Sekretaris Dinas Perikanan Tual, Iwan Serang menyampaikan laporan panitia kegiatan penyerahan paket bantuan sarana penangkapan ikan dan pemasaran hasil perikanan tahun anggaran 2020 di Aula Balai Kota Tual, Sabtu (12/12/2020) sore. Foto: Nick Renleuw.

Sementara itu, Wali Kota Adam Rahayaan dalam arahannya antara lain menyoroti mentalitas para nelayan di Kota Tual. Secara khusus ia meminta kepada para penerima bantuan untuk memanfaatkan paket yang diterima sebaik mungkin dan tidak menyalahgunakannya.

“Terutama untuk saudaraku yang terima bantuan ini, saya menemukan di lapangan juga bantuan itu banyak dikontrakkan, sudah dipindahtangankan, sudah jual ke orang lain, makanya kita bangga dengan perikanan, tapi kehidupan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan tidak berubah, biasa-biasa saja,” sesalnya.

Ia juga menyebut mentalitas nelayan yang menurutnya masih bersifat musiman dan tidak punya perencanaan jangka panjang. Selain itu, menurutnya, nelayan Kota Tual juga cenderung berwatak kurang sabar alias ingin selalu langsung mendapatkan hasil memuaskan dan mengabaikan proses sehingga gampang menyerah ketika hasil melautnya tidak menghasilkan nilai ekonomi.

“Kan sekarang semuanya sudah bermain uang. Dulu itu jenis ikan tertentu itu buang, tidak bisa dipasarkan. Sekarang, saya dengar seluruh jenis ikan, bahkan busuk sekalipun, masih memiliki harga. Berarti harusnya siang malam tetap mencari saja,” tegasnya.

Oleh karena itu, Wali Kota Rahayaan berharap, bantuan yang diberikan dari waktu ke waktu dapat memberikan sukacita kepada nelayan. Bantuan tersebut juga diharapkan dapat mendorong nelayan untuk mengubah mentalitas dan dengan sendirinya dapat benar-benar menghidupkan ekonomi nelayan.

“Mari kita perbaiki komitmen kita, bagaimana alat-alat tangkap yang diberikan ini kita maksimalkan penggunaannya dengan baik supaya anak-anak bisa sekolah, bisa kuliah, ambil dari situ. Jangan kita cuma mencari sambilan, nanti kapan-kapan kalau senang baru melaut,” pungkasnya. (Nick Renleuw)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar