Marrin News

Tindaklanjut Rapat Wali Kota, Forkopimda dan Pertamina ini Langkah Disperindag Tual




Tual, Marrinnews.com,- Menindaklanjuti hasil pertemuan Walikota Tual Adam Rahayaan S.Ag., M.Si bersama Forkopimda dan Pertamina, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tual saat ini telah menyiapkan Surat Keputusan terhadap 2 rekomendasi yang disepakati hal tersebut dikatakan Kadis Perindag Darnawati Amir S.Km., MM.

"Dibentuknya Tim Pengendalian BBM serta melakukan asistensi terhadap perbaikan manajemen pelayanan di SPBU adalah 2 poin yang telah disepakati dalam rapat tersebut, selanjutnya kami akan meratifikasinya dalam bentuk surat keputusan," Ujar Kadis di ruang kerjanya, Senin (31/8/2020).

"Surat Keputusan tersebut nantinya akan diserahkan ke Wali Kota Tual untuk ditandatangani dan selanjutnya tim sudah mulai bekerja dan bergerak," Tambahnya.

Lebih lanjut kata dia, sesuai hasil rapat Perindag dengan Pertamina diminta untuk melakukan asistensi terhadap perbaikan pelayanan di SPBU, Kenapa ini penting dilakukan, hal ini menurutnya karena SPBU yang ada di Kota Tual adalah satu-satunya dan setelah pihaknya melakukan kajian dan kunjungan terdapat persoalan teknis yang tidak bisa dipenuhi oleh SBPU.

"Misalnya, mereka tidak bisa menjual Dexlite dan Pertamax, sementara disisi lain untuk truk-truk yang bannya di atas enam harus menggunakan Dexlite dan bukan solar subsidi sehingga terpaksa harus membelinya di Langgur," Paparnya.
Kadis Perindag Tual Ny Darnawaty Amir S.Kep ., MM.

Selain itu sambungnya, Pompa di SPBU hanya menggunaka dua pompa sehingga mengakibatkan antrian yang panjang, juga persoalan internal menajemen SPBU yang perlu dilihat, apakah memang ada kekurangan modal atau kekurangan sarana prasarana.

“Walikota mengarahkan kami untuk melihat kira-kira apa persoalannya, apakah itu persoalan permodalan atau persoalan sarana prasarana atau SDM yang ada,” tandasnya.

Dijelaskannya hasil rapat juga menyepakati agar Pemerintah Kota Tual membentuk BUMD khusus menangani BBM bagi nelayan dan masyarakat yang ada di tiga Kecamatan Pulau-pulau yakni Tayando Tam, Pulau-Pulau Kur, dan Kur Selatan.

Soal kelangkaan BBM dirinya membantahnya hal ini mengingat di Pertamina stoknya tersedia, menurutnya kelangkaan terjadi karena ulah APMS dan pengecer, apakah keduanya ada kerjasama pihaknya masih menyelidikinya. Guna memastikan dirinya bersama tim sudah mencoba berdiskusi dan berkordinasi  dengan  pemilik APMS termasuk Pertamina guna saat penyaluran BBM agar menjaga stok serta harga.

“Yang bermain ada di pangkalan dan pengecer, khusus untuk minyak tanah kami sudah melakukan peneguran secara lisan kepada para pengecer yang terbukti menjual harga minyak tanah di atas empat ribu rupiah," Jelasnya.

"Padahal dengan harga tersebut sudah mendapat keuntungan. penjualan BBM ini memang sangat menggiurkan sehingga banyak disalahgunakan dan tidak sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” Sesalnya.

Terhadap kebutuhan masyarakat akan BBM pihaknya menegaskan tidak akan berkompromi, apabila ada temuan dilapangan pihaknya langsung melakukan peneguran secara lisan,

"Apabila dengan lisan tidak digubris maka kami berikan surat peringatan secara tertulis, Kita sudah komunikasi dengan APMS agar terhadap pengecer nakal diberikan sangsi yaitu menghentikan semua penyaluran BBM," Tegasnya.(Bahar)

Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar