Marrin News

Bupati Malra: Hasil Panen Ve’e Kes Yang Tidak Diperjualbelikan

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun Didampingi Kapolres Malra AKBP Alfaris Pattiwael saat Memanen Hasil Kebun Ve'e Kes Yang-Petak 36 Dinas PTMPTSP, Sabtu (26/9/2020). Foto/GG.  

Langgur, Marrinnews.com  - Pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (26/9/2020) kembali memanen berbagai jenis komoditas pangan pada dua lokasi Ve’e Kes Yang (kebun perbekalan). Prosesi panen dipimpin langsung oleh Bupati M. Thaher Hanubun. 

Adapun panen pertama dilakukan di 5 petak, areal kantor Bupati baru. Petak-petak tersebut, diantaranya petak 36 yang dikelola Dinas PMPTSP dengan hasil panen berupa sayur boncis dan ketimun.  

Selanjutnya, di petak 17 Dinas PU (ubi jalar), petak 18 Disdukcapil (jagung), petak Dinas Ketapang dan Pertanian (jagung manis), petak 35 Dispora (jagung) serta petak 38 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (jagung dan ubi jalar).

Sementara titik panen kedua, di areal ohoi Danar II kecamatan Kei Kecil Timur Selatan. Lahan perkebunan ini dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Malra. Jenis komoditas yang di panen, yakni ubi jalar dan terong.

“Panen hari ini di areal lahan kantor Bupati sudah ke enam kalinya. Sedangkan di lokasi Ohoi Danar II sudah keempat kali,” kata Bupati Malra M. Thaher Hanubun.

Thaher menegaskan, hasil panen Ve’e Kes Yang tidak untuk diperjualbelikan. Bahkan, hal itu belum dan takan pernah dilakukan.  Mengingat, peruntukannya diberikan secara gratis bagi warga marginal perkotaan dan tidak memiliki lahan berkebun.

Warga dimaksud, yakni mereka yang berdomisili di Ohoijang dan Watdek, panti asuhan, biara Susteran (Biarawati), Pesantren dan rumah sakit. Selain itu, diberikan juga kepada warga desa yang terdampak stunting. Tak luput, para kuli tinta (Wartawan) turut kebagian pula.

‘Sejauh ini, hasil Ve’e Kes Yang sudah dinikmati dan dibagi-bagi ke warga. Memang, tidak menjangkau semuanya, tetapi hanya bagi warga yang sangat membutuhkan saja,” ujarnya.  

Tak hanya panen, Bupati bahkan membeli tomat, hasil kebun milik salah satu warga. Hasil yang dibelinya kemudian dibagikan kembali untuk para wartawan dan masyarakat sekitar yang ada saat itu. 

“Terima kasih Pa Bupati su beli beta pung tomat. Alhamduliah, uang ini bisa tambah-tambah par beli makanan,” ucap warga itu.

Gelaran panen kali ini turut dihadiri Kapolres Maluku Tenggara AKBP Alfaris Pattiwael, pimpinan TNI, pimpinan Kejaksaan Negeri Tual, Perbankan, Pimpinan OPD dan warga.
Bupati Malra M. Thaher Hanubun saat Menyerahkan Hasil Panen Kepada Salah Satu Perwakilan Wartawan, Lokasi Ve'e Kes Yang Ohoi Danar II. Foto/DP.

Ancaman Krisis Pangan “Malra Aman”

Bupati Thaher ungkap, saat ini di Maluku Tenggara terdapat kurang lebih 40 hektar lahan perkebunan yang dikelola sebagai gerakan ketahanan pangan selama masa pandemi Covid-19. Luas lahan tersebut tersebar di beberapa wilayah dan dikelola oleh Pemda, TNI, Polri serta masyarakat.

“Kita punya kebun Manunggal yang diprakarsai oleh TNI, kebun Tangguh oleh Polri, dan Ve’e Kes Yang oleh Pemda Malra. Total luas semua dari lahan itu kurang lebih 40 hektar. Dalam pengelolaanya, masyarakat ikut terlibat,” sebutnya.

Hanubun mengklaim, semangat dan perjuangan elemen masyarakat di bumi Larvul Ngabal dalam menghadirkan kebun di masa pandemi merupakan satu kekuatan yang sangat luar biasa. Wujud kekompakan dan kebersamaan yang ditunjukan ini sebagaimana termaktub dalam filsofi Kei, It foing fo kud, it faung fo banglu.

“Dengan semangat yang ditunjukan TNI/Polri dan Dinas Ketapang dan Pertanian yang senantiasa memberikan sosialisasi, akhinrya banyak sekali kebun yang dibuka oleh masyarakat. Baru pernah terjadi hal seperti ini, apalagi di masa pandemi Covid-19. Tentunya sangat luar biasa,” katanya. 

Bupati menyatakan, efektifitas hasil kebun saat ini, memungkinkan ketahanan pangan di Maluku Tenggara stabil hingga beberapa bulan kedepan. Itu berarti, apabila terjadi krisis pangan, Malra telah siap mengadapinya.

“Andaikan dalam dua atau tiga bulan kedepan, stock beras tidak ada lagi, kita masih punya makanan lokal dari kebun yang kita miliki. Ada ubi jalar, ubi kayu dan lain sebagainya,” beber dia.

Menurut Hanubun, Pemerintah daerah masih memiliki lahan yang luas di area kantor Bupati baru. Lahan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk berkebun. Selain itu, lahan di setiap ohoi juga masih dapat dimanfaatkan warga setempat.

“Kita masih punya lahan yang kosong, begitu juga warga di desa-desa. Dengan begitu, saya harapkan Dinas Pertanian dapat senantiasa mendampingi dan memberikan penyuluhan bagi masyarakat demi menjaga dan meningkatkan produksi pangan di waktu mendatang,” pintanya.
Bupati Malra Bersama Warga Panen Ubi Jalar di Ve'e Kes Yang Lokasi Ohoi Danar II. Foto/GG 
Sementara itu, Kepala Dinas KPP Malra Felix B Tethol mengatakan, ancaman krisis pangan dapat melanda suatu daerah kapan saja dan itu tak dapat diprediksi. Guna menghindari ancaman tersebut, Pemerintah harus dapat memastikan ketersediaan pangan, khususnya pangan lokal secara berjenjang.  

Untuk Maluku Tenggara, Tethol nyatakan, ketersediaan pangan lokal yang ada sekarang dapat menjamin stabilitas pangan masyarakat kedepannya.

“Kita tidak takabur, tapi kalau untuk tiga bulan kedepan, kita aman dan sudah siap. Pastinya, ada strategi yang telah disiapkan Pa Bupati bersama pihak DKPP. Petatas untuk jangka pendek, kasbi jangka menengah dan pada kondisi yang sangat parah dan mendesak, kita beralih ke sagu,” tandasnya. (Gerryngamel/MN)  








         


   

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar