Marrin News

Listrik Menyala 24 Jam di Kei Besar Butuh Sinergitas

Pemasangan Mesin Travo
Pemasangan Mesin Travo


Langgur, Marrinnews.com – Manager Unit Pelayanan Perusahan Listrik Negara (PLN) wilayah Maluku Tenggara, Alex J. Manuhuwa menyatakan, elektrifikasi aliran listrik 24 jam di wilayah Kei Besar akan secepatnya terealisasi dalam waktu dekat ini. Meski demikian, optimisme tersebut dapat terwujud apabila ada sinergitas dari warga setempat.

Menurut Manuhua, kerusakan asset jaringan listrik pada umumnya disebabkan oleh adanya keberadaan pohon-pohon ataupun tumbuhan yang menghalangi proses aliran listrik itu sendiri.

“Masyarakat harus  bersinergi dalam mendukung program yang dilakukan saat ini, karena ini juga untuk kebutuhan masyarakat setempat. Jadi kalau masyarakat mau menikmati penuh jaringan listrik secara continue selama 24 jama, maka tolong bantu kami dengan merelakan pohonnya dipangkas atau ditebang dan tidak menghalang-halangi program kerja ini,” ujar Alex Manuhua kepada awak media di Elat, Selasa (5/5/2020).
Manager Unit Pelayanan PLN Wilayah Maluku Tenggara/Tual Alex J Manuhua

Manuhua mengaku, dibalik program listrik menyala 24 jam di Kei Besar merupakan upaya dan kerja keras yang dilakukan Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun.

Untuk itu, ia memastikan akan bersinergi dengan berbagai pihak agar dalam waktu secepatnya, listrik di wilayah Kecamatan Kei Besar dapat menyala 24 jam. Termasuk beberapa Desa di wilayah Kecamatan Kei Besar Utara Barat.

“Untuk beberapa desa di wilayah kecamatan Kei Besar Utara Barat, jaringan listriknya sudah dibangun sejak tahun 2017. Namun, belum bisa dioperasikan karena ketidakcukupan daya mesin PLN yang dipakai selama ini,” katanya.

Manuhua menjelaskan, mesin pembangkit listrik yang saat ini sudah berada di Elat dan akan digunakan nantinya merupakan mesin berkekuatan 2 mega watt. Mesin tersebut adalah mesin yang pernah digunakan di PLTD Langgur.

“Dengan adanya mesin  2 mega watt ini, pastinya sudah mencukupi untuk melayani penyalaan 24 jam ke semua Desa yang telah terpasang jaringan,” sebutnya.

Manuhuwa menegaskan, penyalaan listrik di wilayah Kei Besar belum  dapat 100% teraliri  ke semua desa. Mengingat belum semua desa terpasang jaringan.

Menurut Alex, saat ini dua wilayah kecamatan di bagian selatan Kei Besar sudah dalam tahapan pembangunan jaringan. Termasuk power house (rumah mesin) juga sudah siap untuk penempatan mesin.

“Mudahan-mudahan kondisi covid-19 akan cepat berlalu agar daerah bagian selatan dapat segera terealisasi. Program listrik  ini adalah program Pemerintah, sehingga yang kami nyalakan ini bagi desa-desa yang sudah ada jaringan. Tentunya semua akan mengarah kesitu, tetapi dilakukan secara bertahap,” ujar dia.

Sementara itu, Manuhua mengatakan,  dirinya telah melakukan sosialisasi dan pendekatan dengan kuang lebih 12 kepala ohoi di wilayah kecamatan Kei Besar  Utara Barat.

“Mereka sudah siap mendukung program ini, khusunya dalam hal penebasan pohon. Saya juga akan mengirimkan tim ke wilayah tersebut untuk melakukan pararel penyambungan,” ujarnya.

Terkait penyambungan itu, kata dia,  dirinya telah berkoordinasi dengan camat dan kepala-kepala ohoi setempat. Dimana, apabila  biaya administrasi telah diselesaikan, pihaknya akan melakukan tahapan penyambungan.

Sinergitas Penyewaan Mesin

Menurut Manuhua, mesin pembangkit listrik yang sudah tiba dan akan beroperasi di wilayah Kei Besar merupakan kerjasama antara pihak PLN dan PT. Aggreko. Mekanisme pemaaian mesin itu sendiri, kata dia, disewakan selama 2 tahun.

“Nanti kami lihat perkembangan selanjutnya seperti apa dalam 2 tahun kedepan ini. Kami sudah menyediakan PLTD baru di desa Rahareng. Lahannya sudah disediakan Pemda, sehingga apabila pembangunannya dapat selesai dalam 2 tahun ini maka mesin itu dapat dialihkan kembali ke desa Rahareng,” bebernya.

Manuhua mengaku,  Pemda Malra turut berandil besar dalam program penyalaan listrik 24 jam di wilayah Kei Besar. Mulai dari sewa mesin, hingga pengangkutan mesin dari Pelabuhan Tual menuju Pelabuhan Elat. Untuk biaya sewa mesin merupakan kewenangan kantor wilayah.

“Bagi saya,  pihak kami tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan Pemda Malra dan semua stakeholder yang ada. Untuk itu, kami akan senatiasa bersinergi untuk bagaimana mensejahterakan masyarakat, khususnya dari sisi kelistrikan.

“Kami tentunya juga tidak bisa berjalan sendiri. Jadi untuk hal ini, saya selalu berkoordinasi dengan pa Bupati selaku pimpinan daerah ini untuk mempercepat proses ini. Ahamdulilah, beliau sangat mendukung sekali dalam program ini,” pungkasnya. (Gerry)  



Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar