Marrin News

17 Kapal Nelayan Andon Telah Tinggalkan Perairan Kei

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tual, Kolonel Laut (P) I Gusti Putu Wisnawa
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tual, Kolonel Laut (P) I Gusti Putu Wisnawa


Langgur, Marrinnews.com – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tual, Kolonel Laut (P) I Gusti Putu Wisnawa menyatakan, sebanyak 17 kapal nelayan Andon asal Sulawesi Tenggara yang berlabuh di Pelabuhan TNI AL Tual telah meninggalkan Kepulauan Kei.

“Dari 17 kapal yang ditahan, 13 diantaranya bertolak keluar tadi malam (Rabu, 20/5/2020). Sementara 4 lainnya baru pagi tadi (Kamis, 21/5/2020)” ungkap Wisnawa kepada awak Marrinnews.com di Tual, Rabu (21/5/2020) malam.

Komandan Satuan Tugas Angkutan Laut pada Tim Covid -19 Kota Tual itu mengatakan, keluarnya ke-17 kapal nelayan tersebut menyusul temuan hasil rapid diagnostic test (RDT) pada satu orang ABK salah satu kapal itu. Sebagaimana diketahui hasil RDT ABK-R menunjukan reaktif.

Disisi lain, menurut dia, hal tersebut berdasar juga pada kebijakan Wali Kota Tual dan Bupati Maluku Tenggara yang secara tegas meminta agar para nelayan tersebut segera meninggalkan wilayah perairan Kepulauan Kei.

Nelayan Andon secara sadar memilih Pulang.

Wisnawa mengaku, sebelum para nelayan itu meninggalkan pangkalan Angkatan Laut Tual, dirinya telah melakukan pendekatan dengan kurang lebih 138 ABK serta nahkoda kapal, hasilnya mereka dengan sadar dan ikhlas mau meninggalkan daerah ini.

“Saya memberi pemahaman ke mereka bahwa masyarakat Kei sangat menghargai tamu yang datang ke daerah ini. Tetapi dalam kondisi pandemi ini, apalagi kalian (ABK dan nahkoda kapal) datang dari zona merah sehingga masyarakat tak dapat mentoleransi hal tersebut,” ujarnya.

“Dari situlah, mereka kemudian secara sadar meninggalkan daerah ini. Mereka juga mengaku sangat menghargai masyarakat dan daerah ini, serta tak ingin membuat keresahan disini. Sehingga apapun kondisi ditengah laut, mereka nekad pulang kembali ke daerah asal,” tambah dia.

Wisnawa menjelaskan, sejak awal pihaknya lebih memilih melakukan pendekatan secara persuasif dari pada secara militer, langkah tersebut menurutnya perlu dilakukan dalam dinamika seperti saat ini. Hal ini agar tidak berimbas pada terganggunya stabilitas keamanan dalam daerah maupun antar Daerah.

“Syukur karena masyarakat Kei tidak bereaksi berlebihan terhadap mereka dan itu saya rasa adalah hal yang sangat baik. ” katanya.

“Saya berkaca dari kasus mahasiswa Papua di Surabaya yang berbuntut pada aksi massa besar-besaran antar dua kelompok etnis itu. Hal itulah yang saya khawatirkan, sehingga apapun itu saya selalu mengutamakan dialog dengan memberikan pemahaman serta pendekatan secara persuasif” jelasnya.

Perwira Menengah AL itu menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas stabilitas kawasan laut. Untuk itu, pihaknya bersama unsur kemaritiman lainnya akan terus melaksanakan patroli laut guna mencegah nelayan andon beraktivitas di perairan Kepulauan Kei.

"Saya tulus dan ikhlas bekerja untuk daerah ini, apalagi kei memiliki hubungan kultural dengan bali, sehingga saya akan berusaha semaksimal mungkin menjaga wilayah laut dari ancaman penyebaran Covid-19,,” tandasnya. (Gerry)



Editor : Ridwan Kalengkongan


Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar