Marrin News

Update Covid-19 Malra (2 April 2020). PDP 01 Telah Dipulangkan ke Rumah


Sekretaris Tim Covid-19 Malra dr. Katrinje Notanubun
Sekretaris Tim Covid-19 Malra dr. Katrinje Notanubun


Langgur, Marrinnews.com - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 merilis perkembangan  penanganan Covid -19 hingga Kamis (2/4/2020), terdapat 2 Orang dalam Pemantauan (ODP) dan 1 Pasien dalam Pengawasan (PDP). Sementara untuk kasus Positif Covid 19 tidak ada.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Katrinje Notanubun menyebutkan, PDP 01 Malra berjenis kelamin Perempuan (27) yang beralamat di Langgur, sejak Rabu (1/4/2020) sore telah dipulangkan ke rumah oleh tim dokter RSUD Karel Saidsitubun Langgur. Bersamaan dengan PDP 01 ini, telah dipulangkan pula PDP 02 Kota Tual.

“Sekitar pukul 17.51 WIT kemarin PDP 01 Malra dan PDP 02 Kota Tual telah dipulangkan dan akan menjalani proses rawat jalan oleh tim dokter. Keduanya tetap akan dipantau dan dilakukan pemeriksaan ulang selama 14 hari,” jelas dr. Katrinje Notanubun dalam Konfrensi Pers di Media Center Covid-19 Malra, Kamis (2//4/2020).

Sekertaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Malra ini mengatakan, terhadap status PDP 01 Malra dan 02 Kota Tual meski kondisi telah membaik, namun statusnya belum bisa diturunkan.

“Kondisi mereka memang sudah membaik, tetapi kita belum bisa pastikan untuk apa statusnya diturunkan menjadi ODP. Nanti 10 hari kemudian, terhitung setelah pemeriksaan Rapid Test (RDT) pertama, barulah dilakukan pemeriksaan RDT ulang. Nanti kita lihat hasilnya, kalau hasilnya tetap negatif, maka pastinya ada kemungkinan untuk statusnya diturunkan,” kata dia.

Notanubun mengingatkan, untuk ODP dan PDP yang saat ini telah dipulangkan ke rumah keluarga masing-masing dan sementara menjalani proses karantina mandiri agar posedur SOP karantina dimaksud dapat dipatuhi dan dijalankan sebagaimana mestinya. Hal ini agar tidak menimbulkan kepanikan dan kecemasan warga sekitar.

Wanita yang akrab disapa dr. Ketty ini mengaku, terhadap 2 ODP dan 1 PDP serta 2 PPD kota Tual telah dilakukan pemeriksaan tahap pertama dengan mengunakan Rapid Tepat (RDT). Hasilnya negatif.

“Selain ODP dan PDP dimaksud diatas, telah dilakukan pemeriksaan dengan RDT terhadap 9 orang pasien yang telah dirawat berdasarkan kontak erat dengan ODP dan PDP, namun hasilnya negatif,” tambahnya.

Untuk diketahui, Rapid Test (RDT) adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Covid-19. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh, bila ada paparan virus ini.
Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh Covid-19. Namun perlu diketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Jadi, rapid test hanyalah pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan untuk pemeriksaan mendiagnosa infeksi virus Covid-19.

Hasil positif pada  RDT menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya, bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif, karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus ini. Karena itu, jika hasilnya negatif, pemeriksaan rapid test perlu diulang kembali pada 7 hingga 10 hari setelahnya. (Gerry)




Editor : Ridwan Kalengkongan

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar