Marrin News

Bapenda Malra: Pendapatan Retribusi Terminal Meningkat Drastis 'Capai 400 Persen'

Terminal Pasar Rakyat Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara. FOTO/Dok. Ghege

Langgur, Marinnews.com - Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Maria Theresia Tamnge menyatakan, Pandemi COVID 19 telah berdampak pada menurunnya sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lantas, kondisi tersebut tak menyurutkan komitmen pihak Bapenda untuk mewujudkan capaian PAD tahun 2020.

"Tak bisa kita pungkiri bahwa kondisi pandemi mengakibatkan hal demikian (turunnya pendapatan). Namun, Bapenda telah berusaha semaksimal mungkin, sehingga sekalipun ada penurunan, tetapi tidak langsung turun drastis," kata Theresia Tamnge saat ditemui Marinnews.com di Langgur, Jumat (4/12/2020). 

Nona (sapaan akrab Kabapenda Malra) mengklaim, kendati ada sedikit penurunan, PAD tahun ini juga mengalami kenaikan di beberapa objek pajak dan retribusi, seperti pajak hiburan dan retribusi terminal. 

Ia mengungkapkan, kedua objek tersebut sangat berkontribusi bagi PAD Malra di tahun ini. Apalagi, katanya, pendapatan sektor retribusi terminal mengalami peningkatan drastis, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Padahal, menurut dia, diawal masa Pandemi Covid 19 melanda negeri berjuluk Larvul Ngabal ini, Pemda Malra memberlakukan relaksasi (pembebasan) pajak selama tiga bulan bagi tempat-tempat usaha, termasuk retribusi terminal. 

Tak tanggung-tanggung, Tamnge katakan, untuk pendapatan retribusi terminal pada tahun 2020, dipastikan dapat melebihi target hingga mencapai 400 persen. 

"Jadi khusus untuk retribusi terminal, awalnya bisa cuman dapat  Rp.20 Jutaan sebulan, tetapi sekarang bisa mencapai hingga kurang lebih Rp.100 Juta per bulan. Dengan begitu, pendapatan retribusi terminal bisa naik sampai 400 persen. Data validnya nanti kami pastikan diakhir tahun ini," beber Nona.

Buah Kerja Keras dan Smart Register

Kepala Dispenda Malra mengatakan, capaian hasil PAD sebagaimana dimaksud merupakan buah dari kekompakan dan kerja keras Pegawai Bapenda maupun pihak-pihak terkait.

"Walaupun saat ini kita diperhadapkan pada kondisi pandemi, tetapi kita tetap berusaha dan kerja keras dengan dilandasi komitmen tinggi. Waktu jaga di terminal juga sudah lebih lama, sehingga memang terbukti ada hasilnya, dimana hasilnya naik seperti itu," ujarnya.

Nona akui, pencapaian itu juga lantaran didukung dengan pemanfaatan teknologi Smart Register Pajak (alat pencatat transaksi pembayaran pajak berbasis online). 

Tamnge menambahkan, kesadaran warga untuk menunaikan kewajiban membayar pajak dan retribusi daerah juga turut berandil besar dalam hal itu. 

"Awalnya saat kendaraan roda empat dikasih tarif karcis Rp. 4000, mereka agak keberatan. Namun, akhirnya seiring waktu hal tersebut dapat diterima. Saat ini, sudah mulai terbangun kesadaran wajib pajak itu," 

Ia menyebut, tarif karcis terminal di pasar Langgur berlaku untuk 1 hari. "Mau masuk terminal 10 kali pun tetap hanya bayar Rp. 4000," tegasnya. 

Lebih lanjut, menurut Tamnge, pemanfaatan teknologi smart register pajak sudah cukup baik. Meski begitu, kedepannya pihak Bapenda Malra akan lebih meningkatkan sistem pengawasan. 

"Walau sudah ada kesadaran wajib pajak dari masyarakat, namun perlu ada pengawasan ekstra. Karena sekalipun mesin smart register sudah dipasang, tapi jika pemilik restoran tidak memanfaatkannya dengan baik, pasti akan percuma saja. Kalau mau hasilnya maksimal maka kita harus lebih intens dalam melakukan pengawasan," kata dia. 

Nona menandaskan, mesin smart register pajak kini telah ada. Namun, alat tersebut belum sempat dipasang di beberapa objek pajak. (Ghege)

Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar