Marrin News

Puskesmas Ngilngof Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Maluku Tenggara

Bangunan Puskesmas Ngilngof  yang Terletak di Kawasan Ohio Ngilngof Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Foto/GG.

Langgur, Marrinnews.com – Pemerintah Kabupeten Maluku Tenggara menyiapkan Puskesmas Ngilngof yang terletak di kawasan Ohoi Ngilngof Kecamatan Kei Kecil untuk tempat isolasi bagi pasien virus corona. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya lonjakan pasien di daerah ini.

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun bersama jajarannya pada Senin (28/9/2020) telah meninjau langsung Puskesmas tersebut. Bupati lantas terkagum-kagum saat melihat kondisi bangunan serta fasilitas penunjang yang tersedia pada bangunan dua lantai itu.  

“Puskesmas ini adalah salah satu yang terbaik di daerah ini. Dari sisi kualitas bangunan, pastinya jauh lebih baik dari semua bangunan yang ada di Maluku Tenggara. Bahkan, lebih baik dari kantor Bupati,” kata Thaher kepada awak media disela-sela kunjungannya saat itu.

Bupati ungkap, bangunan yang terletak jauh dari pemukiman warga itu baru didirikan pada tahun 2019 kemarin, namun hingga saat ini belum ditempati. Untuk itu, katanya, Puskesmas tersebut akan digunakan sementara sebagai pusat perawatan pasien Covid-19.

“Pasien tanpa gejala dan bergejala ringan akan ditempatkan disini (Puskesmas Ngilngof). Sementara yang bergejala berat tetap dirawat di RSUD Karel Saidsitubun Langgur,” ujar Thaher. 
Fasilitas Tempat Tidur Pasien Pada Beberapa Ruangan di Puskesmas Ngilngof. Foto/GG.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Malra dr. Katrinje Notanubun menyebutkan, Puskemas Ngilngof memiliki kapasitas 47 tempat tidur pasien, dua diantaranya ada di ruang VVIP.

Fasillitas pendukung lainnya, seperti meja dan kursi untuk pelayanan, Dispenser, tempat jemuran pakian serta pakian khusus pasien juga telah disediakan. 

“Kami juga akan menyediakan Televisi serta memasang WiFi disini, termasuk hal-hal lainnya yang masih kurang segera akan kami kerjakan. Anggaran untuk pembiyaannya memang terbatas, sehingga ada beberapa fasilitas yang sudah kami belanjakan, namun ada juga yang masih menunggu pembayaran,” katanya.

“Semua ini akan kami sediakan agar dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi setiap masyarakat selaku pengguna fasilitas. Memang kepuasaan itu sulit diukur tetapi kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyediakan fasilitas yang ada,” ucapnya.

Notanubun menjelaskan, Puskesmas ini sebelumnya adalah Puskesmas pembantu (Pustu) di ohoi Ngilngof dan kemudian dikembangkan menjadi Puskesmas Ngilngof. Meski demikian, dokter Ketty mengaku, status atau nama Puskesmas ini sendiri belum teregistrasi di Kementerian Kesehatan.

“Kami sementara mengusulkan ke Kementerian Kesehatan, mudah-mudahan secepatnya dalam tahun ini sudah dapat teregistrasi. Dengan begitu, akan ada biaya operasional untuk Puskesmas ini,” katanya.  

11 Warga Malra Terkonfimasi Positif Covid-19

Notanubun mengungkapkan, pasien terkonfirmasi Covid-19 di Maluku Tenggara saat ini berjumlah 11 orang. 

“Tiga pasien diantaranya sedang menjalani perawatan di RSUD Karel Saidsitubun Langgur dan saat ini sudah dalam kondisi baik. Dalam satu atau dua hari kedepan, mereka sudah bisa dipulangkan ke rumah masing-masing. Sedangkan, lima orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” bebernya.

Selain  itu, tambah dia, ada juga tiga warga Malra yang menjalani perawatan di luar daerah. Dua di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan satunya lagi di Maluku Barat Daya. 
 
“Untuk yang dirawat di Kepulauan Tanimbar sudah membaik dan segera akan dipulangkan dari rumah sakit. Sedangkan pasien yang di MBD masih tetap akan kami pantau kondisinya,” tuturnya.

Dokter Ketty berharap, warga masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa Pandemi Covid-19. 

”Selalu pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan tetap jaga jarak saat berada di kerumunan orang banyak,” pungkasnya. (Gerryngamel/MN) 


Baca Juga

Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar